Qur'an Per Kata Surat Al-Mā'idah Ayat 27-34

مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ

قَالَ

 ۗلَاَقْتُلَنَّكَ

قَالَ

مِنَ الْاٰخَرِۗ

وَلَمْ يُتَقَبَّلْ

فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا

قُرْبَانًا

اِذْ قَرَّبَا

بِالْحَقِّۘ

نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ

عَلَيْهِمْ

وَاتْلُ۞

dari orang yang bertakwa

sesungguhnya Allah hanya menerima (amal)

dia (Habil) berkata

sungguh, aku pasti membunuhmu

dia (Qabil) berkata

dari yang lain (Qabil)

dan tidak diterima

maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima

kurban

ketika keduanya mempersembahkan

yang sebenarnya

(tentang) kisah kedua putra Adam

kepada mereka

dan ceritakanlah (Muhammad)

Watlu ‘alaihim naba'abnai ādama bil-ḥaqqi iż qarrabā qurbānan fa tuqubbila min aḥadihimā wa lam yutaqabbal minal-ākhar(i), qāla la'aqtulannak(a), qāla innamā yataqabbalullāhu minal-muttaqīn(a).
ayat 27. Bacakanlah (Nabi Muhammad) kepada mereka berita tentang dua putra Adam dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, kemudian diterima dari salah satunya (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti akan membunuhmu.” Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.

رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ اَخَافُ اللّٰهَ اِنِّيْٓ لِاَقْتُلَكَۚ اِلَيْكَ يَّدِيَ مَآ اَنَا۠ بِبَاسِطٍ لِتَقْتُلَنِيْ يَدَكَ اِلَيَّ لَىِٕنْۢ بَسَطْتَّ
Tuhan semesta alam takut (kepada) Allah sungguh, aku untuk membunuhmu kepadamu tanganku

maka aku tidak akan menggerakkan

untuk membunuhku tanganmu kepadaku sungguh jika engkau (Qabil) menggerakkan
La'im basaṭta ilayya yadaka litaqtulanī mā ana bibāsiṭiy yadiya ilaika li'aqtulak(a), innī akhāfullāha rabbal-‘ālamīn(a).
ayat 28. Sesungguhnya jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.

جَزٰۤؤُا الظّٰلِمِيْنَۚ وَذٰلِكَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِۚ فَتَكُوْنَ وَاِثْمِكَ بِاِثْمِيْ اَنْ تَبُوْۤاَ اُرِيْدُ اِنِّيْٓ
balasan (bagi) orang-orang yang zalim

dan itulah

penghuni neraka

maka engkau akan menjadi

dan dosamu sendiri dengan (membawa) dosa (membunuh)ku

agar engkau kembali

ingin sungguh, aku
Innī urīdu an tabū'a bi'iṡmī wa iṡmika fa takūna min aṣḥābin-nār(i), wa żālika jazā'uẓ-ẓālimīn(a).
ayat 29. Sesungguhnya aku ingin engkau kembali (kepada-Nya) dengan (membawa) dosa (karena membunuh)-ku dan dosamu (sebelum itu) sehingga engkau akan termasuk penghuni neraka. Itulah balasan bagi orang-orang yang zalim.”

 
مِنَ الْخٰسِرِيْنَ فَاَصْبَحَ فَقَتَلَهٗ قَتْلَ اَخِيْهِ فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ
termasuk orang yang rugi

maka jadilah dia

kemudian dia pun membunuhnya untuk membunuh saudaranya

maka nafsu (Qabil) mendorongnya

Fa ṭawwa‘at lahū nafsuhū qatla akhīhi fa qatalahū fa aṣbaḥa minal-khāsirīn(a).
ayat 30. Kemudian, hawa nafsunya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya.*) Maka, dia pun (benar-benar) membunuhnya sehingga dia termasuk orang-orang yang rugi.

*) Sifat-sifat manusia yang dikhawatirkan malaikat (surah al-Baqarah [2]: 30) mulai muncul pada anak Adam.

مِنَ النّٰدِمِيْنَ فَاَصْبَحَ سَوْءَةَ اَخِيْۚ فَاُوَارِيَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ اَنْ اَكُوْنَ اَعَجَزْتُ يٰوَيْلَتٰٓى قَالَ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ كَيْفَ يُوَارِيْ لِيُرِيَهٗ فِى الْاَرْضِ يَّبْحَثُ غُرَابًا فَبَعَثَ اللّٰهُ
termasuk orang yang menyesal maka jadilah dia mayat saudaraku ini sehingga aku dapat menguburkan seperti burung gagak ini berbuat mengapa aku tidak mampu oh, celaka aku (Qabil) berkata mayat saudaranya bagaimana dia seharusnya menguburkan untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) tanah menggali seekor burung gagak kemudian, Allah mengutus
Fa ba‘aṡallāhu gurābay yabḥaṡu fil-arḍi liyuriyahū kaifa yuwārī sau'ata akhīh(i), qāla yā wailatā a‘ajazta an akūna miṡla hāżal-gurābi fa uwāriya sau'ata akhī, fa aṣbaḥa minan-nādimīn(a).
ayat 31. Kemudian, Allah mengirim seekor burung gagak untuk menggali tanah supaya Dia memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana cara mengubur mayat saudaranya.*) (Qabil) berkata, “Celakalah aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat mengubur mayat saudaraku?” Maka, jadilah dia termasuk orang-orang yang menyesal.

*) Allah Swt. mengajarkan kepada manusia ilmu dan kemampuan untuk mengembangkan kehidupannya dengan mempelajari perilaku hewan, tumbuhan, dan fenomena alam lainnya.

لَمُسْرِفُوْنَ

فِى الْاَرْضِ

بَعْدَ ذٰلِكَ

مِّنْهُمْ

ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا

بِالْبَيِّنٰتِ

رُسُلُنَا

وَلَقَدْ جَاۤءَتْهُمْ

 ۗجَمِيْعًا

النَّاسَ

اَحْيَا

فَكَاَنَّمَآ

اَحْيَاهَا

وَمَنْ

جَمِيْعًاۗ

النَّاسَ

قَتَلَ

فَكَاَنَّمَا

فِى الْاَرْضِ

اَوْ فَسَادٍ

بِغَيْرِ نَفْسٍ

نَفْسًاۢ

قَتَلَ

اَنَّهٗ مَنْ

عَلٰى بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ

كَتَبْنَا

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ 

yang melampui batas

di muka bumi

setelah itu

di antara mereka

tetapi kemudian banyak

dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas

Rasul Kami

sesungguhnya telah datang kepada mereka

semuanya

manusia

telah memelihara

maka seakan-akan dia

memelihara kehidupan seorang manusia

barang siapa

semuanya

manusia

dia telah membunuh

maka seakan akan

di bumi

atau (juga bukan karena) berbuat kerusakan

bukan karena orang itu membunuh orang lain

seseorang

membunuh

bahwa barang siapa

bagi Bani Israil

Kami tetapkan (suatu hukum)

oleh karena itu

Min ajli żālik(a), katabnā ‘alā banī isrā'īla annahū man qatala nafsam bigairi nafsin au fasādin fil-arḍi fa ka'annamā qatalan-nāsa jamī‘ā(n), wa man aḥyāhā fa ka'annamā aḥyan-nāsa jamī‘ā(n), wa laqad jā'athum rusulunā bil-bayyināt(i), ṡumma inna kaṡīram minhum ba‘da żālika fil-arḍi lamusrifūn(a).
ayat 32. Oleh karena itu, Kami menetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil bahwa siapa yang membunuh seseorang bukan karena (orang yang dibunuh itu) telah membunuh orang lain atau karena telah berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.*) Sebaliknya, siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, dia seakan-akan telah memelihara kehidupan semua manusia. Sungguh, rasul-rasul Kami benar-benar telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Kemudian, sesungguhnya banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi.

*) Maksudnya, membunuh seorang manusia sama dengan menghalalkan pembunuhan terhadap seluruh manusia. Sebaliknya, menjaga kehormatan seorang manusia sama dengan menjaga kehormatan seluruh manusia.

 

عَظِيْمٌ

عَذَابٌ

وَلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ

فِى الدُّنْيَا

خِزْيٌ

لَهُمْ

ذٰلِكَ

مِنَ الْاَرْضِۗ

اَوْ يُنْفَوْا

مِّنْ خِلَافٍ

وَاَرْجُلُهُمْ

اَيْدِيْهِمْ

اَوْ تُقَطَّعَ

اَوْ يُصَلَّبُوْٓا

اَنْ يُّقَتَّلُوْٓا

فَسَادًا

فِى الْاَرْضِ

وَيَسْعَوْنَ

وَرَسُوْلَهٗ

يُحَارِبُوْنَ اللّٰهَ

الَّذِيْنَ

اِنَّمَا جَزٰۤؤُا

yang besar

azab

dan di akhirat mereka mendapat

di dunia

(suatu) kehinaan

bagi mereka

yang demikian itu

dari tempat kediamannya

atau diasingkan

secara silang

dan kaki mereka

tangan mereka

atau dipotong

atau disalib

hanyalah dibunuh

(dengan) berbuat kerusakan

di muka bumi

dan yang bertebaran

dan Rasul-Nya

memerangi Allah

bagi orang-orang yang

hukuman

Innamā jazā'ul-lażīna yuḥāribūnallāha wa rasūlahū wa yas‘auna fil-arḍi fasādan ay yuqattalū au yuṣallabū au tuqaṭṭa‘a aidīhim wa arjuluhum min khilāfin au yunfau minal-arḍ(i), żālika lahum khizyun fid-dun-yā wa lahum fil-ākhirati ‘ażābun ‘aẓīm(un).
ayat 33. Balasan bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya serta membuat kerusakan di bumi hanyalah dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu merupakan kehinaan bagi mereka di dunia dan di akhirat (kelak) mereka mendapat azab yang sangat berat,*) 

*) Ayat ini berkenaan dengan penjelasan Allah Swt. tentang ḥirābah, yaitu tindak kekerasan secara terang-terangan untuk mengambil harta, membunuh, dan menimbulkan rasa takut, seperti perampokan dan terorisme.

 

 ࣖرَّحِيْمٌ

غَفُوْرٌ

اَنَّ اللّٰهَ

فَاعْلَمُوْٓا

عَلَيْهِمْۚ

اَنْ تَقْدِرُوْا

مِنْ قَبْلِ

تَابُوْا

اِلَّا الَّذِيْنَ

Maha Penyayang

Maha Pengampun

bahwa Allah

maka ketahuilah

mereka

kamu dapat menguasai

sebelum

bertobat

kecuali orang-orang yang

Illal-lażīna tābū min qabli an taqdirū ‘alaihim, fa‘lamū annallāha gafūrur raḥīm(un).
ayat 34. kecuali orang-orang yang bertobat sebelum kamu dapat menangkapnya. Maka, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Sebelumnya <<<

>>> Selanjutnya

Ayat 20-26

Ayat