Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Qur'an Per Kata Surat Al-Mā'idah Ayat 12-19

مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۚ

وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ ۞

perjanjian dengan Bani Israil 

dan sungguh, Allah telah mengambil 

نَقِيْبًاۗ

مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ

وَبَعَثْنَا

pemimpin

 di antara mereka dua belas orang 

dan Kami telah mengangkat

 ۗمَعَكُمْ

اِنِّيْ

وَقَالَ اللّٰهُ

 bersamamu

Aku

dan Allah berfirman

وَاٰتَيْتُمُ

الصَّلٰوةَ

لَىِٕنْ اَقَمْتُمُ

dan menunaikan 

salat

sungguh, jika kamu melaksanakan 

بِرُسُلِيْ

وَاٰمَنْتُمْ

الزَّكٰوةَ

kepada rasul-rasul-Ku 

serta beriman 

zakat

قَرْضًا

وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ

وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ

 pinjaman 

dan kamu pinjamkan (kepada) Allah

dan kamu bantu mereka

عَنْكُمْ

لَّاُكَفِّرَنَّ 

حَسَنًا

darimu

maka pasti akan Aku hapus 

yang baik

جَنّٰتٍ

وَلَاُدْخِلَنَّكُمْ 

سَيِّاٰتِكُمْ

(ke dalam) surga 

 dan pasti akan Aku masukkan kamu 

kesalahan-kesalahanmu

الْاَنْهٰرُۚ

مِنْ تَحْتِهَا

تَجْرِيْ

sungai-sungai

di bawahnya 

yang mengalir 

بَعْدَ ذٰلِكَ

كَفَرَ

فَمَنْ

 setelah itu

kafir

(tetapi) barangsiapa 

 سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ

فَقَدْ ضَلَّ

مِنْكُمْ

(dari) jalan yang lurus

maka sesungguhnya dia telah tersesat 

di antaramu

Wa laqad akhażallāhu mīṡāqa banī isrā'īl(a), wa ba‘aṡnā minhumuṡnai ‘asyara naqībā(n), wa qālallāhu innī ma‘akum, la'in aqamtumuṣ-ṣalāta wa ātaitumuz-zakāta wa āmantum birusulī wa ‘azzartumūhum wa aqraḍtumullāha qarḍan ḥasanal la'ukaffiranna ‘ankum sayyi'ātikum wa la'udkhilannakum jannātin tajrī min taḥtihal-anhār(u), faman kafara ba‘da żālika minkum faqad ḍalla sawā'as-sabīl(i).
ayat 12. Sungguh, Allah benar-benar telah mengambil perjanjian dengan Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Allah berfirman, “Aku bersamamu. Sungguh, jika kamu mendirikan salat, menunaikan zakat, beriman kepada rasul-rasul-Ku dan membantu mereka, serta kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik,*) pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu dan akan Aku masukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Maka, siapa yang kufur di antaramu setelah itu, sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”

*) Pinjaman yang baik kepada Allah maksudnya adalah menginfakkan harta di jalan Allah Swt., baik infak wajib maupun sunah.

 

لَعَنّٰهُمْ

مِّيْثَاقَهُمْ

فَبِمَا نَقْضِهِمْ

maka Kami melaknat mereka 

janjinya

(tetapi) karena mereka melanggar 

 ۚ قٰسِيَةً

قُلُوْبَهُمْ

وَجَعَلْنَا

keras membatu

hati mereka 

dan Kami jadikan 

عَنْ مَّوَاضِعِهٖۙ

الْكَلِمَ

يُحَرِّفُوْنَ

 dari tempatnya

firman (Allah)

mereka suka mengubah

ذُكِّرُوْا بِهٖۚ

حَظًّا مِّمَّا 

وَنَسُوْا

telah diperingatkan kepada mereka

 sebagian pesan yang 

dan mereka (sengaja) melupakan

عَلٰى خَاۤىِٕنَةٍ

تَطَّلِعُ

وَلَا تَزَالُ

 pengkhianatan 

akan melihat

engkau (Muhammad) senantiasa 

 ۖمِّنْهُمْ 

اِلَّا قَلِيْلًا

مِّنْهُمْ

di antara mereka

kecuali sekelompok kecil 

dari mereka

اِنَّ اللّٰهَ

 ۗوَاصْفَحْ

فَاعْفُ عَنْهُمْ

sungguh, Allah 

 dan biarkan mereka

maka maafkanlah mereka

الْمُحْسِنِيْنَ

يُحِبُّ

orang-orang yang berbuat baik

menyukai 

Fabimā naqḍihim mīṡāqahum la‘annāhum wa ja‘alnā qulūbahum qāsiyah(tan), yuḥarrifūnal-kalima ‘am mawāḍi‘ih(ī), wa nasū ḥaẓẓam mimmā żukkirū bih(ī), wa lā tazālu taṭṭali‘u ‘alā khā'inatim minhum illā qalīlam minhum fa‘fu ‘anhum waṣfaḥ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn(a).
ayat 13. (Namun,) karena mereka melanggar janjinya, Kami melaknat mereka dan Kami menjadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman-firman (Allah) dari tempat-tempatnya*) dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Nabi Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka, kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat). Maka, maafkanlah mereka dan biarkanlah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang muhsin.

*) Maksudnya, mengubah teks ayat dengan cara mendahulukan, mengakhirkan, menambahkan, atau mengurangi, dan memalingkan makna kalimat dari pemahaman yang sesungguhnya.

 

اِنَّا نَصٰرٰٓى

قَالُوْٓا

وَمِنَ الَّذِيْنَ

kami ini orang Nasrani

mengatakan

dan di antara orang-orang yang  

فَنَسُوْا

مِيْثَاقَهُمْ

اَخَذْنَا

tetapi mereka melupakan 

perjanjian mereka 

Kami telah mengambil 

فَاَغْرَيْنَا

مِّمَّا ذُكِّرُوْا بِهٖۖ

حَظًّا

maka Kami timbulkan 

pesan yang telah diperingatkan kepada mereka

sebagian banyak

وَالْبَغْضَاۤءَ

الْعَدَاوَةَ

بَيْنَهُمُ

dan kebencian

permusuhan 

 di antara mereka

وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللّٰهُ

 ۗاِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ

dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka 

  hingga hari Kiamat

يَصْنَعُوْنَ

بِمَا كَانُوْا

kerjakan

(terhadap) apa yang telah mereka

Wa minal-lażīna qālū innā naṣārā akhażnā mīṡāqahum fa nasū ḥaẓẓam mimmā żukkirū bih(ī), fa agrainā bainahumul-‘adāwata wal-bagḍā'a ilā yaumil-qiyāmah(ti), wa saufa yunabbi'uhumullāhu bimā kānū yaṣna‘ūn(a).
ayat 14. Dari orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani,” Kami telah mengambil perjanjian. Kemudian, mereka melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Maka, Kami menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selama ini mereka perbuat.

 

قَدْ جَاۤءَكُمْ

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ

sungguh, telah datang kepadamu 

wahai Ahli Kitab

لَكُمْ

يُبَيِّنُ

رَسُوْلُنَا

kepadamu

menjelaskan 

Rasul Kami

تُخْفُوْنَ

مِّمَّا كُنْتُمْ

كَثِيْرًا 

kamu sembunyikan 

dari segala apa yang telah

banyak hal 

عَنْ كَثِيْرٍەۗ

وَيَعْفُوْا 

مِنَ الْكِتٰبِ

banyak hal (pula)

dan mengabaikan

yang berupa kitab  

نُوْرٌ

مِّنَ اللّٰهِ

قَدْ جَاۤءَكُمْ

cahaya 

dari Allah 

sungguh, telah datang kepadamu 

مُّبِيْنٌۙ

وَّكِتٰبٌ

yang menjelaskan

dan kitab 

Yā ahlal-kitābi qad jā'akum rasūlunā yubayyinu lakum kaṡīram mimmā kuntum tukhfūna minal-kitābi wa ya‘fū ‘an kaṡīr(in), qad jā'akum minallāhi nūruw wa kitābum mubīn(un).
ayat 15. Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk menjelaskan banyak hal dari (isi) kitab suci yang kamu sembunyikan dan membiarkan (tidak menjelaskan) banyak hal (pula). Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab suci*) yang jelas.

*) Cahaya dari Allah Swt. maksudnya adalah Nabi Muhammad saw., sedangkan kitab suci maksudnya adalah Al-Qur’an.

 

اتَّبَعَ

مَنِ

يَّهْدِيْ بِهِ اللّٰهُ

 mengikuti 

(kepada) orang yang

 Allah memberi petunjuk dengan Kitab itu 

وَيُخْرِجُهُمْ

سُبُلَ السَّلٰمِ

رِضْوَانَهٗ

dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu

(ke) jalan keselamatan

keridaan-Nya

بِاِذْنِهٖ

اِلَى النُّوْرِ

مِّنَ الظُّلُمٰتِ

dengan izin-Nya

kepada cahaya

dari gelap gulita

مُّسْتَقِيْمٍ

اِلٰى صِرَاطٍ

وَيَهْدِيْهِمْ

yang lurus

ke jalan 

dan menunjukkannya 

Yahdī bihillāhi manittaba‘a riḍwānahū subulas-salāmi wa yukhrijuhum minaẓ-ẓulumāti ilan-nūri bi'iżnihī wa yahdīhim ilā ṣirāṭim mustaqīm(in).
ayat 16. Dengannya (kitab suci) Allah menunjukkan kepada orang yang mengikuti rida-Nya jalan-jalan keselamatan, mengeluarkannya dari berbagai kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya, dan menunjukkan kepadanya (satu) jalan yang lurus.

 

الَّذِيْنَ

كَفَرَ

لَقَدْ

orang yang 

telah kafir

sungguh

هُوَ

اِنَّ اللّٰهَ

قَالُوْٓا

dialah

sesungguhnya Allah 

berkata

فَمَنْ

قُلْ

الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَۗ

siapakah yang

katakanlah (Muhammad)

Al-Masih putra Maryam

اَنْ يُّهْلِكَ

اِنْ اَرَادَ

يَّمْلِكُ مِنَ اللّٰهِ شَيْـًٔا

membinasakan 

 jika Dia hendak 

 dapat menghalang-halangi kehendak Allah

وَمَنْ

وَاُمَّهٗ

الْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ

dan (manusia) yang

beserta ibunya

Al-Masih putra Maryam

وَلِلّٰهِ

 ۗجَمِيْعًا

فِى الْاَرْضِ

dan milik Allahlah

seluruhnya

berada di bumi

 ۗوَمَا بَيْنَهُمَا

وَالْاَرْضِ

مُلْكُ السَّمٰوٰتِ

 dan apa yang ada di antara keduanya

dan bumi

kerajaan langit

وَاللّٰهُ

 ۗمَا يَشَاۤءُ

يَخْلُقُ

dan Allah 

 apa yang Dia kehendaki

Dia menciptakan

 قَدِيْرٌ

عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ

Mahakuasa

 atas segala sesuatu.

Laqad kafaral-lażīna qālū innallāha huwal-masīḥubnu maryam(a), qul famay yamliku minallāhi syai'an in arāda ay yuhlikal-masīḥabna maryama wa ummahū wa man fil-arḍi jamī‘ā(n), wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, yakhluqu mā yasyā'(u), wallāhu ‘alā kulli syai'in qadīr(un).
ayat 17. Sungguh, benar-benar telah kufur orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itulah Almasih putra Maryam.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “(Jika benar begitu,) siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia hendak membinasakan Almasih putra Maryam, ibunya, dan seluruh yang berada di bumi?” Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

نَحْنُ

وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ وَالنَّصٰرٰى

kami 

orang Yahudi dan Nasrani berkata

قُلْ

 ۗ وَاَحِبَّاۤؤُهٗ

اَبْنٰۤؤُا اللّٰهِ

katakanlah

dan kekasih-kekasih-Nya

adalah anak-anak Allah 

بَلْ اَنْتُمْ

بِذُنُوْبِكُمْ ۗ 

فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ

tidak, kamu adalah

karena dosa-dosamu

mengapa Allah menyiksa kamu 

يَغْفِرُ لِمَنْ

مِّمَّنْ خَلَقَۗ

بَشَرٌ

Dia mengampuni siapa yang 

 di antara orang-orang yang Dia ciptakan

 manusia (biasa)

مَنْ يَّشَاۤءُۗ

وَيُعَذِّبُ

يَّشَاۤءُ

siapa yang Dia kehendaki 

dan menyiksa 

Dia kehendaki 

وَالْاَرْضِ

مُلْكُ السَّمٰوٰتِ

وَلِلّٰهِ 

dan bumi

seluruh kerajaan langit

dan Milik Allahlah 

الْمَصِيْرُ

وَاِلَيْهِ

 ۖوَمَا بَيْنَهُمَا

 semua akan kembali

dan kepada-Nya

serta apa yang ada di antara keduanya

Wa qālatil-yahūdu wan-naṣārā naḥnu abnā'ullāhi wa aḥibbā'uh(ū), qul falima yu‘ażżibukum biżunūbikum, bal antum basyarum mimman khalaq(a), yagfiru limay yasyā'u wa yu‘ażżibu may yasyā'(u), wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, wa ilaihil-maṣīr(u).
ayat 18. Orang Yahudi dan orang Nasrani berkata, “Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah, “(Jika benar begitu,) mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu? Sebaliknya, kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki (pula). Milik Allahlah kerajaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, dan kepada-Nya semua akan kembali.”

 

قَدْ جَاۤءَكُمْ

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ

sungguh, telah datang kepadamu 

wahai Ahli Kitab

عَلٰى فَتْرَةٍ 

يُبَيِّنُ لَكُمْ

رَسُوْلُنَا

ketika terputus

menjelaskan (syariat Kami) kepadamu 

Rasul kami

مَا جَاۤءَنَا

اَنْ تَقُوْلُوْا

مِّنَ الرُّسُلِ

tidak ada yang datang kepada kami

agar kamu (tidak) mengatakan

(pengiriman) rasul-rasul 

فَقَدْ جَاۤءَكُمْ

وَّلَا نَذِيْرٍۗ

مِنْۢ بَشِيْرٍ

sungguh, telah datang kepadamu

maupun pemberi peringatan

baik pembawa berita gembira 

وَاللّٰهُ

 ۗوَّنَذِيْرٌ

بَشِيْرٌ 

dan Allah 

dan pemberi peringatan

 pembawa berita gembira 

 قَدِيْرٌ

عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ

Maha Kuasa 

atas segala sesuatu

Yā ahlal-kitābi qad jā'akum rasūlunā yubayyinu lakum ‘alā fatratim minar-rusuli an taqūlū mā jā'anā mim basyīriw wa lā nażīr(in), faqad jā'akum basyīruw wa nażīr(un), wallāhu ‘alā kulli syai'in qadīr(un).
ayat 19. Wahai Ahlulkitab, sungguh rasul Kami telah datang kepadamu untuk memberi penjelasan setelah beberapa saat terhentinya (pengutusan) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan, “Tidak ada yang datang kepada kami, baik pembawa berita gembira maupun pemberi peringatan.” Sungguh, telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sebelumnya <<<

>>> Selanjutnya

Ayat 6-11

Ayat 20-26