Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Qur'an Per Kata Surat Al-Mā'idah Ayat 6-11

اِذَا قُمْتُمْ

اٰمَنُوْٓا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ

apabila kamu hendak melaksanakan 

beriman

wahai orang-orang yang 

وُجُوْهَكُمْ

فَاغْسِلُوْا

اِلَى الصَّلٰوةِ

wajahmu

maka basuhlah 

salat

وَامْسَحُوْا

اِلَى الْمَرَافِقِ

وَاَيْدِيَكُمْ

dan sapulah

 sampai ke siku 

 dan tanganmu

اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

وَاَرْجُلَكُمْ

بِرُءُوْسِكُمْ

sampai kedua mata kaki 

 dan (basuh) kedua kakimu 

kepalamu

فَاطَّهَّرُوْاۗ

جُنُبًا

وَاِنْ كُنْتُمْ

maka mandilah

junub

dan jika kamu 

اَوْ عَلٰى سَفَرٍ

مَّرْضٰٓى

وَاِنْ كُنْتُمْ

atau dalam perjalanan

sakit

 dan jika kamu 

اَوْ لٰمَسْتُمُ 

مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ

اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ

atau kamu menyentuh

dari tempat buang air (kakus)

atau salah seorang diantara kamu datang

مَاۤءً

فَلَمْ تَجِدُوْا

النِّسَاۤءَ

air

maka jika kamu tidak memperoleh 

perempuan

طَيِّبًا

صَعِيْدًا

فَتَيَمَّمُوْا

 yang baik (suci)

dengan debu

maka bertayamumlah 

وَاَيْدِيْكُمْ

بِوُجُوْهِكُمْ

فَامْسَحُوْا

dan tanganmu 

wajahmu 

kamu usaplah 

لِيَجْعَلَ

مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ

 ۗمِّنْهُ

menjadikan 

Allah tidak ingin 

dengan (debu) itu

وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ

مِّنْ حَرَجٍ

عَلَيْكُمْ

tetapi Dia hendak 

kesulitan

untukmu

نِعْمَتَهٗ

وَلِيُتِمَّ

لِيُطَهِّرَكُمْ

nikmat-Nya

dan menyempurnakan 

membersihkan kamu 

تَشْكُرُوْنَ

لَعَلَّكُمْ

عَلَيْكُمْ

 bersyukur

agar kamu

 bagimu 

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilū wujūhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥū biru'ūsikum wa arjulakum ilal-ka‘bain(i), wa in kuntum junuban faṭṭahharū, wa in kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā'a aḥadum minkum minal-gā'iṭi au lāmastumun-nisā'a falam tajidū mā'an fa tayammamū ṣa‘īdan ṭayyiban famsaḥū biwujūhikum wa aidīkum minh(u), mā yurīdullāhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma na‘matahū ‘alaikum la‘allakum tasykurūn(a).
ayat 6. Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit,*) dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh**) perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

*) Maksudnya, sakit yang membuatnya tidak boleh terkena air.
**) Lihat catatan kaki surah an-Nisā’ (4): 43.

 

عَلَيْكُمْ

نِعْمَةَ اللّٰهِ

وَاذْكُرُوْا

kepadamu 

(akan) karunia Allah 

dan ingatlah 

اِذْ قُلْتُمْ

 ۙوَاثَقَكُمْ بِهٖٓ

وَمِيْثَاقَهُ الَّذِيْ

ketika kamu mengatakan

 telah diikatkan kepadamu 

dan perjanjian-Nya yang

 ۗوَاتَّقُوا اللّٰهَ

 ۖوَاَطَعْنَا

سَمِعْنَا

dan bertakwalah kepada Allah

dan kami menaati

kami mendengar 

بِذَاتِ الصُّدُوْرِ

 ۢعَلِيْمٌ

اِنَّ اللّٰهَ 

 segala isi hati

Maha Mengetahui

sungguh, Allah 

Ważkurū ni‘matallāhi ‘alaikum wa mīṡāqahul-lażī wāṡaqakum bih(ī), iż qultum sami‘nā wa aṭa‘nā, wattaqullāh(a), innallāha ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).
ayat 7. Ingatlah nikmat Allah kepadamu dan perjanjian-Nya*) yang telah Dia ikatkan kepadamu ketika kamu mengatakan, “Kami mendengar dan kami menaati.” Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

*) Maksudnya, perjanjian untuk mendengar dan taat kepada Nabi Muhammad saw. dalam kondisi apa pun yang diikrarkan pada waktu baiat (sumpah setia).

 

كُوْنُوْا

اٰمَنُوْا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ

jadilah kamu

beriman

wahai orang-orang yang

شُهَدَاۤءَ

لِلّٰهِ

قَوَّامِيْنَ

 (yaitu ketika kamu) menjadi saksi 

karena Allah

(sebagai) penegak keadilan 

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ 

بِالْقِسْطِۖ

dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu 

 dengan adil

هُوَ

اِعْدِلُوْاۗ 

 ۗعَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا

karena (adil) itu 

berlakulah adilah 

untuk berlaku tidak adil

 ۗوَاتَّقُوا اللّٰهَ

لِلتَّقْوٰىۖ

اَقْرَبُ

dan bertakwalah kepada Allah

kepada takwa

lebih dekat 

بِمَا تَعْمَلُوْنَ

خَبِيْرٌۢ

اِنَّ اللّٰهَ

terhadap apa yang kamu kerjakan

Mahateliti 

sungguh, Allah 

Yā ayyuhal-lażīna āmanū kūnū qawwāmīna lillāhi syuhadā'a bil-qisṭi wa lā yajrimannakum syana'ānu qamin ‘alā allā ta‘dilū, i‘dilū, huwa aqrabu lit-taqwā wattaqullāh(a), innallāha khabīrum bimā ta‘malūn(a).
ayat 8. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

 

اٰمَنُوْا

الَّذِيْنَ

وَعَدَ اللّٰهُ

beriman

(kepada) orang-orang yang 

Allah telah menjanjikan 

لَهُمْ

الصّٰلِحٰتِۙ

وَعَمِلُوا

(bahwa) mereka akan mendapat 

saleh 

 dan beramal 

 عَظِيْمٌ

وَّاَجْرٌ

مَّغْفِرَةٌ

 yang besar

 dan pahala

ampunan

Wa‘adallāhul-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāt(i), lahum magfiratuw wa ajrun ‘aẓīm(un).
ayat 9. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh (bahwa) bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

 

وَكَذَّبُوْا

كَفَرُوْا 

وَالَّذِيْنَ

dan mendustakan 

kafir

adapun orang-orang yang

 اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ

اُولٰۤىِٕكَ

بِاٰيٰتِنَآ

 penghuni neraka

mereka itulah

ayat-ayat Kami

Wal-lażīna kafarū wa każżabū bi'āyātinā ulā'ika aṣḥābul-jaḥīm(i).
ayat 10. Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim.

 

نِعْمَتَ اللّٰهِ

اٰمَنُوا اذْكُرُوْا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ

 nikmat Allah 

beriman, ingatlah

wahai orang-orang yang 

اَنْ يَّبْسُطُوْٓا

اِذْ هَمَّ قَوْمٌ

عَلَيْكُمْ

hendak menyerang

ketika suatu kaum bermaksud 

(yang diberikan) kepadamu 

فَكَفَّ

اَيْدِيَهُمْ

اِلَيْكُمْ

lalu Allah menahan 

(dengan) tangannya

kamu

 ۗوَاتَّقُوا اللّٰهَ

عَنْكُمْۚ 

اَيْدِيَهُمْ

dan bertakwalah kepada Allah 

dari kamu

tangan mereka 

 فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

وَعَلَى اللّٰهِ 

hendaknya orang-orang beriman itu bertawakal

dan hanya kepada Allahlah 

Yā ayyuhal-lażīna āmanużkurū ni‘matallāhi ‘alaikum iż hamma qaumun ay yabsuṭū ilaikum aidiyahum fa kaffa aidiyahum ‘ankum, wattaqullāh(a), wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu'minūn(a).
ayat 11. Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat Allah (yang dianugerahkan) kepadamu ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Dia menahan tangan (mencegah) mereka dari kamu. Bertakwalah kepada Allah dan hanya kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.