Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Qur'an Per Kata Surat An-Nisā' Ayat 135-141

كُوْنُوْا

اٰمَنُوْا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ ۞

 jadilah kamu 

beriman

wahai orang-orang yang 

شُهَدَاۤءَ

بِالْقِسْطِ

قَوَّامِيْنَ

menjadi saksi 

 keadilan

penegak

اَوِ الْوَالِدَيْنِ

وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ

لِلّٰهِ

atau (terhadap) ibu bapak

walaupun (merugikan) terhadap dirimu sendiri

karena Allah

غَنِيًّا

اِنْ يَّكُنْ

 ۚوَالْاَقْرَبِيْنَ

 kaya 

jika dia (yang terdakwa) 

dan (terhadap) kaum kerabatmu

اَوْلٰى بِهِمَاۗ

فَاللّٰهُ

اَوْ فَقِيْرًا

 lebih tahu kemaslahatan (kebalikkanya) 

maka Allah

ataupun miskin

 ۚاَنْ تَعْدِلُوْا

الْهَوٰٓى

فَلَا تَتَّبِعُوا

 karena ingin menyimpang dari kebenaran

 hawa nafsu

maka, janganlah kamu mengikuti

فَاِنَّ اللّٰهَ

اَوْ تُعْرِضُوْا

وَاِنْ تَلْوٗٓا

maka ketahuilah bahwa Allah 

 atau enggan (menjadi saksi)

dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata)

خَبِيْرًا

كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Maha Teliti

 terhadap segala apa yang kamu kerjakan

Yā ayyuhal-lażīna āmanū kūnū qawwāmīna bil-qisṭi syuhadā'a lillāhi wa lau ‘alā anfusikum awil-wālidaini wal-aqrabīn(a), iy yakun ganiyyan au faqīran fallāhu aulā bihimā, falā tattabi‘ul-hawā an ta‘dilū, wa in talwū au tu‘riḍū fa innallāha kāna bimā ta‘malūna khabīrā(n).
ayat 135. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu. Jika dia (yang diberatkan dalam kesaksian) kaya atau miskin, Allah lebih layak tahu (kemaslahatan) keduanya. Maka, janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang (dari kebenaran). Jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau berpaling (enggan menjadi saksi), sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

 

اٰمِنُوْا

اٰمَنُوْٓا

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ

tetaplah beriman

beriman

wahai orang-orang yang 

وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ

وَرَسُوْلِهٖ

بِاللّٰهِ

dan kepada Kitab (Al-Qur’an) yang 

dan Rasul-Nya (Muhammad), 

 kepada Allah

وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ

رَسُوْلِهٖ

نَزَّلَ عَلٰى

serta kitab yang

kepada Rasul-Nya

Dia turunkan 

وَمَنْ

 ۗمِنْ قَبْلُ

اَنْزَلَ

barangsiapa 

sebelumnya

Dia turunkan 

وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ

بِاللّٰهِ

يَّكْفُرْ

dan para malaikat-Nya

kepada Allah

ingkar

وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ

وَرُسُلِهٖ

وَكُتُبِهٖ

dan hari kemudian 

dan para rasul-Nya

dan kitab-kitab-Nya

بَعِيْدًا

 ۢضَلٰلًا

فَقَدْ ضَلَّ

yang sangat jauh

dalam kesesatan

maka sungguh,orang itu telah tersesat 

Yā ayyuhal-lażīna āmanū āminū billāhi wa rasūlihī wal-kitābil-lażī nazzala ‘alā rasūlihī wal-kitābil-lażī anzala min qabl(u), wa may yakfur billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulihī wal-yaumil-ākhiri faqad ḍalla ḍalālam ba‘īdā(n).
ayat 136. Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah, Rasul-Nya (Nabi Muhammad), Kitab (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, dan kitab yang Dia turunkan sebelumnya. Siapa yang kufur kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari Akhir sungguh dia telah tersesat sangat jauh.

 

ثُمَّ كَفَرُوْا

اٰمَنُوْا

اِنَّ الَّذِيْنَ

lalu kafir

beriman

 sesungguhnya orang-orang yang 

ثُمَّ ازْدَادُوْا

ثُمَّ كَفَرُوْا

ثُمَّ اٰمَنُوْا

lalu bertambah

kemudian kafir lagi

kemudian beriman (lagi)

لِيَغْفِرَ لَهُمْ

لَّمْ يَكُنِ اللّٰهُ

كُفْرًا

mengampuni mereka

maka Allah tidak akan 

 kekafirannya

سَبِيْلًاۗ

وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ

jalan (yang lurus)

dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka 

Innal-lażīna āmanū ṡumma kafarū ṡumma āmanū ṡumma kafarū ṡummazdādū kufral lam yakunillāhu liyagfira lahum wa lā liyahdiyahum sabīlā(n).
ayat 137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, lalu kufur, kemudian beriman (lagi), kemudian kufur (lagi), lalu bertambah kekufurannya, Allah tidak akan mengampuninya dan tidak (pula) menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus).

 

الْمُنٰفِقِيْنَ

بَشِّرِ

 (kepada) orang-orang munafik 

kabarkanlah

اَلِيْمًاۙ

عَذَابًا

بِاَنَّ لَهُمْ

 yang pedih

siksaan

bahwa mereka akan mendapat 

Basysyiril-munāfiqīna bi'anna lahum ‘ażāban alīmā(n).
ayat 138. Berilah kabar ‘gembira’ kepada orang-orang munafik bahwa sesungguhnya bagi mereka azab yang sangat pedih.

 

الْكٰفِرِيْنَ

يَتَّخِذُوْنَ

اۨلَّذِيْنَ

orang-orang kafir

menjadikan 

(yaitu) orang-orang yang 

 ۗمِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَ

اَوْلِيَاۤءَ

 dengan meninggalkan orang-orang mukmin

 (sebagai) pemimpin

الْعِزَّةَ

عِنْدَهُمُ

اَيَبْتَغُوْنَ

kekuatan 

di sisi orang kafir itu

apakah mereka mencari 

جَمِيْعًاۗ

لِلّٰهِ

فَاِنَّ الْعِزَّةَ

semuanya

milik Allah

ketahuilah bahwa semua kekuatan itu 

Al-lażīna yattakhiżūnal-kāfirīna auliyā'a min dūnil-mu'minīn(a), ayabtagūna ‘indahumul-‘izzata fa innal-‘izzata lillāhi jamī‘ā(n).
ayat 139. (Yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung*) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? (Ketahuilah) sesungguhnya semua kemuliaan itu milik Allah.

*) Lihat catatan kaki surah Āli ‘Imrān (3): 28.

 

فِى الْكِتٰبِ

عَلَيْكُمْ

وَقَدْ نَزَّلَ

di dalam Kitab (Al-Qur’an) 

(ketentuan) bagimu 

dan, sungguh, Allah telah menurunkan 

يُكْفَرُ بِهَا

اٰيٰتِ اللّٰهِ

اَنْ اِذَا سَمِعْتُمْ

maka diingkari (oleh orang-orang kafir)

ayat-ayat Allah 

bahwa apabila kamu mendengar 

مَعَهُمْ

فَلَا تَقْعُدُوْا

وَيُسْتَهْزَاُ بِهَا

bersama mereka 

maka janganlah kamu duduk 

dan diperolok-olokkan

 ۖغَيْرِهٖٓ

فِيْ حَدِيْثٍ

حَتّٰى يَخُوْضُوْا

yang lain

pembicaraan 

sebelum mereka memasuki 

اِنَّ اللّٰهَ

 ۗاِذًا مِّثْلُهُمْ

اِنَّكُمْ

sungguh, Allah 

 (kalau demikian) tentulah serupa dengan mereka

karena kamu

وَالْكٰفِرِيْنَ

جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ

dan orang-orang kafir

akan mengumpulkan orang - orang munafik 

جَمِيْعًاۙ

فِيْ جَهَنَّمَ

semuanya

 di (neraka) Jahanam

Wa qad nazzala ‘alaikum fil-kitābi an iżā sami‘tum āyātillāhi yukfaru bihā wa yustahza'u bihā falā taq‘udū ma‘ahum ḥattā yakhūḍū fī ḥadīṡin gairih(ī), innakum iżam miṡlahum, innallāha jāmi‘ul-munāfiqīna wal-kāfirīna fī jahannama jamī‘ā(n).
ayat 140. Sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), janganlah kamu duduk bersama mereka hingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Sesungguhnya kamu (apabila tetap berbuat demikian) tentulah serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di (neraka) Jahanam.

 

يَتَرَبَّصُوْنَ بِكُمْۗ

اۨلَّذِيْنَ

menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu

(yaitu) orang yang

مِّنَ اللّٰهِ

فَتْحٌ

فَاِنْ كَانَ لَكُمْ

 dari Allah

kemenangan

apabila kamu mendapat 

 ۖمَّعَكُمْ

اَلَمْ نَكُنْ

قَالُوْٓا

bersama kamu

bukankah kami (turut berperang) 

mereka berkata

قَالُوْٓا

نَصِيْبٌ

وَاِنْ كَانَ لِلْكٰفِرِيْنَ

 mereka berkata

bagian

dan jika orang kafir mendapat 

وَنَمْنَعْكُمْ

عَلَيْكُمْ

اَلَمْ نَسْتَحْوِذْ

dan membela kamu 

atas kamu

bukankah kami turut memenangkan

يَحْكُمُ

فَاللّٰهُ

 ۗمِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

akan memberi keputusan

maka Allah 

dari orang mukmin

وَلَنْ يَّجْعَلَ اللّٰهُ

 ۗيَوْمَ الْقِيٰمَةِ

بَيْنَكُمْ

dan Allah tidak akan memberikan

(pada) hari Kiamat

 di antara kamu

 ࣖسَبِيْلًا

عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ

لِلْكٰفِرِيْنَ

jalan

untuk (mengalahkan) orang-orang beriman

 kepada orang kafir 

Al-lażīna yatarabbaṣūna bikum, fa in kāna lakum fatḥum minallāhi qālū alam nakum ma‘akum, wa in kāna lil-kāfirīna naṣībun qālū alam nastaḥwiż ‘alaikum wa namna‘kum minal-mu'minīn(a), fallāhu yaḥkumu bainakum yaumal-qiyāmah(ti), wa lay yaj‘alallāhu lil-kāfirīna ‘alal-mu'minīna sabīlā(n).
ayat 141. (Mereka itu adalah) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah, mereka berkata, “Bukankah kami (turut berperang) bersamamu?” Jika orang-orang kafir mendapat bagian (dari kemenangan), mereka berkata, “Bukankah kami turut memenangkanmu dan membela kamu dari orang-orang mukmin?” Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin.