Terjemah Per Kata Surat Az-Zukhruf Ayat 16-25

Ayat 16.

بَنٰتٍ

مِمَّا يَخْلُقُ

اَمِ اتَّخَذَ

seorang anak perempuan

dari yang Dia ciptakan

pantaskah Dia mengambil

 ۗبِالْبَنِيْنَ

وَّاَصْفٰىكُمْ

anak laki-laki

dan memberikan (kepada)mu

Pantaskah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memberikan anak laki-laki kepadamu?

Ayat 17.

بِمَا ضَرَبَ

وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ

dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan

dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira

ظَلَّ

مَثَلًا

لِلرَّحْمٰنِ

wajahnya

(sebagai) perumpamaan

bagi (Allah) Yang Maha Pengasih

كَظِيْمٌ

وَّهُوَ

مُسْوَدًّا

وَجْهُهٗ

menahan sedih (dan marah)

(karena) dia

hitam pekat

wajahnya

Dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, jadilah wajahnya hitam pekat, karena menahan sedih (dan marah).

Ayat 18.

فِى الْحِلْيَةِ

يُّنَشَّؤُا

اَوَمَنْ

sebagai perhiasan

dibesarkan

apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang

غَيْرُ مُبِيْنٍ

فِى الْخِصَامِ

وَهُوَ

tidak mampu memberi (alasan) jelas

dalam pertengkaran

(sedang) dia

Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.

Ayat 19.

الَّذِيْنَ هُمْ

الْمَلٰۤىِٕكَةَ

وَجَعَلُوا

yang mereka (adalah)

malaikat-malaikat

dan mereka menjadikan

اَشَهِدُوْا

 ۗاِنَاثًا

عِبٰدُ الرَّحْمٰنِ

apakah mereka menyaksikan

(sebagai) jenis perempuan

hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu

وَيُسْٔـَلُوْنَ

شَهَادَتُهُمْ

سَتُكْتَبُ

 ۗخَلْقَهُمْ

dan akan dimintakan pertanggungjawaban

kesaksian mereka

kelak akan dituliskan

penciptaan (malaikat itu)

Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.

Ayat 20.

لَوْ شَاۤءَ الرَّحْمٰنُ

وَقَالُوْا

sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki

dan mereka berkata

بِذٰلِكَ

مَا لَهُمْ

 ۗمَا عَبَدْنٰهُمْ

tentang hal itu

mereka tidak mempunyai

tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)

اِلَّا يَخْرُصُوْنَۗ

اِنْ هُمْ

مِنْ عِلْمٍ

selain menduga-duga belaka

tidaklah mereka itu

ilmu (sedikit pun)

Dan mereka berkata, “Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.

Ayat 21.

مِّنْ قَبْلِهٖ

كِتٰبًا

اَمْ اٰتَيْنٰهُمْ

sebelumnya

sebuah kitab

atau apakah pernah Kami berikan (kepada) mereka

مُسْتَمْسِكُوْنَ

بِهٖ

فَهُمْ

berpegangan

pada (kitab itu)

lalu mereka

Atau apakah pernah Kami berikan sebuah kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang (pada kitab itu)?

Ayat 22.

وَجَدْنَآ

اِنَّا

بَلْ قَالُوْٓا

mendapati

sungguh, kami

bahkan mereka berkata

وَّاِنَّا

عَلٰٓى اُمَّةٍ

اٰبَاۤءَنَا

dan kami

(menganut) suatu agama

nenek moyang kami

مُّهْتَدُوْنَ

عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ

mendapat petunjuk

untuk (mengikuti) jejak mereka

Bahkan mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.”

Ayat 23.

مِنْ قَبْلِكَ

مَآ اَرْسَلْنَا

وَكَذٰلِكَ

sebelum engkau (Muhammad)

tidaklah Kami mengutus

dan demikian (juga)

 ۙاِلَّا قَالَ مُتْرَفُوْهَآ

مِّنْ نَّذِيْرٍۙ

فِيْ قَرْيَةٍ

kecuali orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) berkata

seorang pemberi peringatan

dalam suatu negeri

عَلٰٓى اُمَّةٍ

اٰبَاۤءَنَا

وَجَدْنَآ

اِنَّا

menganut suatu (agama)

nenek moyang kami

mendapati

sungguh, kami

مُّقْتَدُوْنَ

عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ

وَّاِنَّا

(sekedar) pengikut

kepada jejak-jejak mereka

dan sesungguhnya kami

Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.”

Ayat 24.

بِاَهْدٰى

اَوَلَوْ جِئْتُكُمْ

قٰلَ ۞

(agama) yang lebih baik

apakah (kamu tetap) jika aku membawa (untuk)mu

(rasul itu) berkata

قَالُوْٓا

اٰبَاۤءَكُمْۗ

مِمَّا وَجَدْتُّمْ عَلَيْهِ

mereka menjawab

(dari) nenek moyangmu

daripada apa (agama) yang kamu peroleh

كٰفِرُوْنَ

بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ

اِنَّا

mengingkari

kepada (agama) yang kamu diutus untuk menyampaikannya

sungguh, kami

(Rasul itu) berkata, “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang dianut nenek moyangmu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya.”

Ayat 25.

فَانْظُرْ

مِنْهُمْ

فَانْتَقَمْنَا

maka perhatikanlah

mereka

lalu Kami binasakan

عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَࣖ

كَيْفَ كَانَ

kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran)

bagaimana

Lalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran).