Tulisan Arab Surat Yusuf Ayat 21-29 (Bacaan) dan Terjemah

Bacaan dan terjemah Surat Yusuf ayat 21-29
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

وَقَالَ الَّذِى اشْتَرٰىهُ مِنْ مِّصْرَ لِامْرَأَتِهٖ أَكْرِمِيْ مَثْوٰىهُ عَسٰى أَنْ يَّنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهٗ وَلَدًاۗ وَكَذٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوْسُفَ فِى الْأَرْضِۖ وَلِنُعَلِّمَهٗ مِنْ تَأْوِيْلِ الْأَحَادِيْثِۗ وَاللّٰهُ غَالِبٌ عَلٰى أَمْرِهٖ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ٢١
Ayat 21. Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya,-*1 "Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita pungut dia sebagai anak." Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهٗ اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًاۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ ٢٢
Ayat 22. Dan ketika dia telah cukup dewasa Kami berikan kepadanya kekuasaan dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِيْ هُوَ فِيْ بَيْتِهَا عَنْ نَّفْسِهٖ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَۗ قَالَ مَعَاذَ اللّٰهِ إِنَّهٗ رَبِّيْ أَحْسَنَ مَثْوَايَۗ إِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ ٢٣
Ayat 23. Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهٖۙ وَهَمَّ بِهَاۚ لَوْلَا أَنْ رَأٰى بُرْهَانَ رَبِّهٖۗ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوْءَ وَالْفَحْشَاءَۗ إِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِيْنَ ٢٤
Ayat 24. Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.-*2 Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.

وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيْصَهٗ مِنْ دُبُرٍ وَّأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِۗ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوْءًا إِلَّا أَنْ يُّسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ ٢٥
Ayat 25. Dan keduanya berlomba menuju pintu dan perempuan itu menarik baju gamisnya (Yusuf) dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan itu) berkata, "Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih?

قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِيْ عَنْ نَّفْسِيْ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ أَهْلِهَاۚ إِنْ كَانَ قَمِيْصُهٗ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكٰذِبِيْنَ ٢٦
Ayat 26. Dan (Yusuf) berkata, "Dia yang menggodaku dan merayu diriku." Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian, "Jika baju gamisnya koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta.

وَإِنْ كَانَ قَمِيْصُهٗ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ ٢٧
Ayat 27. Dan jika baju gammisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang benar."

فَلَمَّا رَأٰى قَمِيْصَهٗ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهٗ مِنْ كَيْدِكُنَّۗ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيْمٌ ٢٨
Ayat 28. Maka ketika dia (suami perempuan itu)  melihat baju gamisnya (Yusuf) koyak di belakang, dia berkata, "Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat."


يُوْسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هٰذَا وَاسْتَغْفِرِيْ لِذَنْبِكِۖ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخٰطِئِيْنَ ؑ٢٩
Ayat 29. "Wahai Yusuf! Lupakanlah ini, dan (istriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah."

*Keterangan:
-1. Orang Mesir yang membeli Yusuf itu seorang pembesar Mesir Al-Aziz, biasa dikenal dengan nama Qitfir. Dalam sebagian kitab tafsir disebutkan juga nama istrinya Rail, dan ada juga yang menyebut Zulaikha atau Zalikha. Namun riwayat yang menyebutkan nama-nama tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan.
-2. Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Yusuf a.s. mempunyai keinginan yang buruk terhadap perempuan itu, tetapi fogaan itu demikian besarnya sehingga sekiranya dia tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah Swt. tentu dia jatuh ke dalam kemaksiatan.

Selanjutnya>>> Ayat 30-35

---jazakallah---

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel