Hadits/Dalil tentang Nazar

Hadits/Dalil tentang Nazar

Sakaran - Nazar biasanya diucapkan saat seseorang sedang mempunyai suatu keinginan dan akan dilaksanakan saat keingina itu telah terwujud atau tercapai. Nazar merupakan janji yang harus dipenuhi layaknya hutang. Bahkan jika seseorang meninggal yang mempunyai nazar dan belum terbayarkan, maka keluarga atau ahli waris harus membayar nazar tersebut.

Bagaimana sebenarnya penjelasan tentang nazar menurut hadits. Berikut ini beberapa hadits yang menjelaskan atau menerangkan tentang nazar:

  • Nazar tidak mendekatkan (mengubah) takdir. sebenarnya tidak perlu diucapkan, karena melakukan kebaikan adalah wajib hukumnya. Melakukan kebaikan tidak hanya saat keinginan tercapai namun setiap saat.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW: Beliau bersabda, "Sesungguhnya, nazar tidak dapat mendekatkan seseorang kepada sesuatu yang tidak ditakdirkan oleh Allah, tetapi nazar itu bertepatan dengan takdir. Kemudian dengan nazar itulah orang bakhil mengeluarkan sesuatu yang sebelumnya dia tidak berniat untuk mengeluarkan (harta) nya."(HR. Muslim)

  • Pada dasarnya nazar tidak membawa kebaikan. Karena biasanya nazar diucapkan saat ada maunya. Padahal kebaikan harus dilakukan setiap waktu.
Diriwayatkan dari Umar r.a., dari Nabi SAW: Beliau melarang nazar, beliau bersabda, "Sesungguhnya nazar itu tidak membawa kebaikan, tetapi nazar hanya mengeluarkan harta dari orang yang bakhil."(HR. Muslim)

  • Nazar harus dibayar oleh ahli waris saat orang yang bernazar meninggal.

Diriwayatkan dari Ibn 'Abbas r.a.: Sa'd bin 'Ubadah pernah memohon fatwa kepada Rasulullah SAW, tentang ibunya yang wafat sebelum melaksanakan nazarnya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Penuhilah nazar untuknya."(HR. Muslim)


  • Nazar seperti sumpah yang wajib dibayar atau dilaksanakan.
Diriwayatkan dari 'Uqbah bun 'Amir r.a., dari Rasulullah SAW: Beliau bersabda, "Tebusan Nazar adalah seperti tebusan sumpah."(HR. Muslim)

Dari keterangan hadits hadits diatas, sebagai muslim atau muslimah hendaknya kita selalu berbuat kebaikan. Berbuat kebaikan tidak hanya dilakukan karena ada keinginan yang ingin dicapai. Dengan kita selalu berbuat baik setiap saat, jalan menuju keinginan kita pasti selalu dimudahkan oleh Allah. InsyaAllah amin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel