Kejahatan jalanan dan potensi gangguan sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta akhir-akhir ini semakin mengkhawarirkan dengan banyaknya permasalahan serta adanya tindak pidana yang dilakukan generasi muda khususnya para pelajar.
Menyikapi hal itu, stake holder terkait melakukan upaya pencegahan dengan melibatkan sejumlah pelajar sekolah menengah atas untuk diajak memahami dan berdiskusi dampak dari kejahatan jalanan sekaligus didorong untuk berpartisispasi menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif.
Kegiatan yang diadakan di wilayah Kabupaten Sleman tepatnya di Kampung Flory, Tridadi, Sleman merupakan kolaborasi antara Forum Relawan Kabupaten Sleman, Pengurus Wilayah Muhammadiyah DIY dan Bakesbangpol Sleman. Peserta yang dihadirkan berasal dari sejumlah SMA, baik negeri maupun swasta.
Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kesbangpol Kabupaten Sleman, Bagus Jalu Anggara, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaliguas upaya pencegahan dampak bencana sosial yang mungkin dilakukan generasi muda khususnya pelajar.
Menurutnya, kejahatan jalanan masih menjadi persoalan dan isu aktual yang memang perlu mendapat perhatian khusus untuk menyelamatkan masa depan mereka.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Sampai hari ini, meskipun mungkin permasalahan yang terjadi berdasar data angkanya masih fluktuatif, faktanya kejadian-kejadian berkaitan dengan kejahatan jalanan yang melibatkan para pelajar masih terjadi” ujar Bagus.
Bagus juga menyampaikan, permasalahan kejahatan jalanan dampaknya tidak hanya pada sektor keamanan namun juga pada sektor lainnya khususnya pariwisata dan ekonomi di wilayah DIY.
“Dampaknya pariwisata DIY menurun, kemudian tentunya akan memengaruhi roda ekonomi,” katanya.
Karena itu, kejahatan jalanan dipandang sebagai salah satu bentuk gangguan sosial yang perlu dicegah sejak dini. Pelajar menjadi salah satu kelompok yang dinilai penting untuk mendapatkan pemahaman mengenai potensi tersebut.
Pelajar Dilibatkan Menjadi Agen Perubahan dan Pencegahan
Ketua Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS), Yoga Nugroho Utomo, mengatakan ancaman bencana dan gangguan sosial harus terus menjadi perhatian apabila dilihat belum menunjukan perubahan yang signifikan karena dampaknya tidak hanya pada sektor keamanan namun juga sektor-sektor lainnya.
Menurut Yoga, sektor yang akan mengalami dampak paling signifikan adalah pariwisata mengingat sektor tersebut menjadi salah satu penopang pendapatan daerah DIY dan khusunya pendapatan dari masyarakat itu sendiri.
“Ketika ancaman bencana dan gangguan sosial terpampang nyata di masyarakat bahkan hingga di luar wilayah DIY, maka muncul ketakukan bagi yang hendak berkunjung untuk wisata sehingga perputaran ekonomi akan terdampak cukup signifikan. ancaman bahaya secara sosial ini kemudian” ujar Yoga.
Ia menuturkan, bencana sosial dapat berupa berbagai gangguan sosial, mulai dari konflik dan eskalasi permasalahan di masyarakat hingga kerusuhan dan tindakan anarkis yang berpotensi merusak fasilitas umum maupun fasilitas publik.
Kondisi tersebut, lanjutnya, juga dapat mengganggu proses pembangunan dan aktivitas masyarakat secara umum.
Karena itu, Forum Relawan Kabupaten Sleman berharap pelajar dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi dan pencegahan.
“Harapannya, dengan dilalangsungkannya kegiatan ini, para pelajar mampu meredam bahkan menghilangkan ancaman gangguan tersebut dengan cara memetakan dan turut menghimbau potensi-potensi yang muncul disekitarnya,” kata Yoga.

No comments