Home
Dongeng
Dongeng: Semut dan Kepompong
4.2.26

Dongeng: Semut dan Kepompong


Suatu pagi yang cerah di hutan, seekor semut berjalan mencari makanan.

Saat melewati sebuah pohon, semut melihat seekor kepompong tergantung diam di ranting.

Semut pun berhenti dan memandang kepompong itu.

“Kasihan sekali kamu,” kata semut sambil tertawa kecil.

“Kamu hanya bisa diam tergantung di sana. Tidak bisa berjalan, berlari, apalagi mencari makanan sepertiku. Betapa membosankan hidupmu.”

Kepompong hanya diam. Ia tidak bisa membalas perkataan semut.

Semut pun pergi meninggalkan kepompong sambil tersenyum bangga karena merasa dirinya lebih hebat.

Beberapa hari kemudian, hujan deras turun membasahi hutan.

Tanah menjadi becek dan berlumpur.

Pagi itu, semut kembali berjalan seperti biasa untuk mencari makanan.

Ia tidak menyadari bahwa tanah di depannya sangat licin dan berlumpur.

Saat semut melangkah, tiba-tiba kakinya terjebak dalam lumpur yang lengket.

Semakin ia berusaha keluar, tubuhnya justru makin tenggelam.

Semut mulai panik dan ketakutan. Ia berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang mendengarnya.

Tiba-tiba, seekor kupu-kupu cantik terbang mendekat.

“Kamu terjebak di lumpur ya? Apa kamu butuh bantuan?” tanya kupu-kupu itu.

Semut menoleh dan sangat terkejut. “Kamu... kamu kepompong yang dulu aku ejek!” katanya dengan suara malu.

“Iya, aku memang dulu kepompong. Tapi sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu,” jawabnya sambil tersenyum.

“Aku tidak marah padamu, dan aku akan menolongmu.”

Kupu-kupu segera terbang mencari ranting kecil dan menjulurkannya ke arah semut.

Semut memanjat ranting itu dengan susah payah dan akhirnya berhasil keluar dari lumpur.

“Terima kasih banyak,” kata semut dengan wajah tertunduk.

“Maaf ya, aku dulu mengejekmu. Aku sadar sekarang bahwa semua makhluk punya waktunya masing-masing untuk berubah.”

Kupu-kupu tersenyum lembut. “Tidak apa-apa. Yang penting sekarang kamu selamat.”

Sejak hari itu, semut dan kupu-kupu menjadi teman baik.

Semut pun belajar bahwa tidak baik meremehkan orang lain, dan bahwa kebaikan bisa datang dari siapa saja, bahkan dari mereka yang pernah disakiti.

sumber: orami.co.id

No comments