Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Qur'an Per Kata Surat An-Nisā' Ayat 163-171

اِلَيْكَ

اِنَّآ اَوْحَيْنَآ ۞

 kepadamu (Muhammad) 

sesungguhnya Kami mewahyukan

وَّالنَّبِيّٖنَ

اِلٰى نُوْحٍ

كَمَآ اَوْحَيْنَآ

dan nabi-nabi

kepada Nuh 

sebagaimana Kami telah mewahyukan 

اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ

وَاَوْحَيْنَآ

مِنْۢ بَعْدِهٖۚ

 kepada Ibrahim

dan Kami telah mewahyukan (pula)

 setelahnya

وَيَعْقُوْبَ

وَاِسْحٰقَ

وَاِسْمٰعِيْلَ

dan Ya‘qub 

dan Ishaq

dan Ismail

وَاَيُّوْبَ

وَعِيْسٰى

وَالْاَسْبَاطِ

dan Ayyub

dan Isa

dan anak cucunya 

 ۚوَسُلَيْمٰنَ

وَهٰرُوْنَ

وَيُوْنُسَ

dan Sulaiman

dan Harun

dan Yunus

زَبُوْرًاۚ

دَاوٗدَ

وَاٰتَيْنَا

Kitab Zabur 

(kepada) Dawud

dan Kami telah memberikan 

Innā auḥainā ilaika kamā auḥainā ilā nūḥiw wan-nabiyyīna mim ba‘dih(ī), wa auḥainā ilā ibrāhīma wa ismā‘īla wa isḥāqa wa ya‘qūba wal-asbāṭi wa ‘īsā wa ayyūba wa yūnusa wa hārūna wa sulaimān(a), wa ātainā dāwūda zabūrā(n).
ayat 163. Sesungguhnya Kami telah mewahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya. Kami telah mewahyukan pula kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya‘qub dan keturunan(-nya), Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Kami telah memberikan (Kitab) Zabur kepada Daud.



عَلَيْكَ

قَدْ قَصَصْنٰهُمْ

وَرُسُلًا

 kepadamu

yang telah Kami kisahkan mereka

dan ada beberapa rasul 

لَّمْ نَقْصُصْهُمْ

وَرُسُلًا

مِنْ قَبْلُ

yang tidak Kami kisahkan mereka

dan ada beberapa rasul (lain) 

 sebelumnya 

وَكَلَّمَ اللّٰهُ

 ۗعَلَيْكَ

dan Allah berfirman

 kepadamu

تَكْلِيْمًاۚ

مُوْسٰى

(dengan) berfirman (secara langsung)

 (kepada) Musa

Wa rusulan qad qaṣaṣnāhum ‘alaika wa rusulal lam naqṣuṣhum ‘alaik(a), wa kallamallāhu mūsā taklīmā(n).
ayat 164. Ada beberapa rasul yang telah Kami ceritakan (kisah) tentang mereka kepadamu sebelumnya dan ada (pula) beberapa rasul (lain) yang tidak Kami ceritakan (kisah) tentang mereka kepadamu. Allah telah benar-benar berbicara kepada Musa (secara langsung).*)

*) Di antara keistimewaan Nabi Musa a.s. adalah dapat berbicara dengan Allah Swt. secara langsung sehingga disebut kalīmullāh. Semua nabi yang lain menerima firman Allah Swt. melalui perantaraan Jibril, kecuali Nabi Muhammad saw. yang dapat berbicara langsung dengan Allah Swt. pada waktu mikraj.

مُّبَشِّرِيْنَ

رُسُلًا

adalah sebagai pembawa berita gembira 

 rasul-rasul itu 

لِلنَّاسِ

لِئَلَّا يَكُوْنَ

وَمُنْذِرِيْنَ

 bagi manusia 

agar tidak ada

dan pemberi peringatan 

 ۗبَعْدَ الرُّسُلِ

 ۢحُجَّةٌ

عَلَى اللّٰهِ

setelah rasul-rasul itu (diutus)

alasan 

untuk (membantah) Allah 

حَكِيْمًا

عَزِيْزًا

وَكَانَ اللّٰهُ

Mahabijaksana

Mahaperkasa  

dan Allah 

Rusulam mubasysyirīna wa munżirīna li'allā yakūna lin-nāsi ‘alallāhi ḥujjatum ba‘dar-rusul(i), wa kānallāhu ‘azīzan ḥakīmā(n).
ayat 165. (Kami mengutus) rasul-rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu (diutus). Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

بِمَآ اَنْزَلَ

يَشْهَدُ

لٰكِنِ اللّٰهُ

atas (Al-Qur’an) yang telah Dia turunkan

menjadi saksi 

 tetapi Allah 

 ۚبِعِلْمِهٖ

اَنْزَلَهٗ

اِلَيْكَ

 dengan ilmu-Nya

Dia menurunkannya

kepadamu (Muhammad)

وَكَفٰى

 ۗيَشْهَدُوْنَ

وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ

dan cukuplah 

menyaksikan

dan para malaikat pun 

شَهِيْدًاۗ

بِاللّٰهِ

yang menjadi saksi

Allah 

Lākinillāhu yasyhadu bimā anzala ilaika anzalahū bi‘ilmih(ī), wal-malā'ikatu yasyhadūn(a), wa kafā billāhi syahīdā(n).
ayat 166. Akan tetapi, Allah bersaksi atas apa (Al-Qur’an) yang telah diturunkan-Nya kepadamu (Nabi Muhammad). Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya. (Demikian pula) para malaikat pun bersaksi. Cukuplah Allah menjadi saksi.

كَفَرُوْا

اِنَّ الَّذِيْنَ

kafir

sesungguhnya orang-orang yang 

عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ

وَصَدُّوْا

dari jalan Allah

dan menghalang-halangi (orang lain) 

بَعِيْدًا

 ۢضَلٰلًا

قَدْ ضَلُّوْا

yang jauh

dalam kesesatan

benar-benar telah sesat 

Innal-lażīna kafarū wa ṣaddū ‘an sabīlillāhi qad ḍallū ḍalālam ba‘īdā(n).
ayat 167. Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, benar-benar telah tersesat jauh.

وَظَلَمُوْا

كَفَرُوْا

اِنَّ الَّذِيْنَ

 dan melakukan kezaliman

kafir

sSesungguhnya orang-orang yang

لَهُمْ

لِيَغْفِرَ

لَمْ يَكُنِ اللّٰهُ

 mereka

mengampuni

maka Allah tidak akan 

طَرِيْقًاۙ

وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ

(ke) jalan (yang lurus)

 dan tidak (pula) akan menunjukkan mereka 

Innal-lażīna kafarū wa ẓalamū lam yakunillāhu liyagfira lahum wa lā liyahdiyahum ṭarīqā(n).
ayat 168. Sesungguhnya orang-orang yang kufur dan melakukan kezaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak akan menunjukkan kepada mereka jalan apa pun,

 

خٰلِدِيْنَ

اِلَّا طَرِيْقَ جَهَنَّمَ

mereka kekal 

 kecuali jalan (ke) neraka Jahanam

وَكَانَ ذٰلِكَ

 ۗاَبَدًا

فِيْهَآ

dan hal itu 

selama-lamanya

di dalamnya 


يَسِيْرًا

عَلَى اللّٰهِ

 (sangat) mudah

bagi Allah

Illā ṭarīqa jahannama khālidīna fīhā abadā(n), wa kāna żālika ‘alallāhi yasīrā(n).
ayat 169. kecuali jalan ke (neraka) Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Hal itu bagi Allah (sangat) mudah.

 

الرَّسُوْلُ

قَدْ جَاۤءَكُمُ

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ

 Rasul (Muhammad)

sungguh, telah datang kepadamu 

wahai manusia

فَاٰمِنُوْا

مِنْ رَّبِّكُمْ

بِالْحَقِّ

maka berimanlah (kepadanya)

dari Tuhanmu

dengan (membawa) kebenaran 

وَاِنْ تَكْفُرُوْا

 ۗلَّكُمْ

خَيْرًا

dan jika kamu kafir (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) 

bagimu

itu lebih baik 

وَالْاَرْضِۗ

مَا فِى السَّمٰوٰتِ

فَاِنَّ لِلّٰهِ

dan di bumi

 apa yang di langit 

(karena) sesungguhnya milik Allahlah

 حَكِيْمًا

عَلِيْمًا

وَكَانَ اللّٰهُ

 Mahabijaksana

Maha Mengetahui

dan Allah 

Yā ayyuhan-nāsu qad jā'akumur-rasūlu bil-ḥaqqi mir rabbikum fa āminū khairal lakum, wa in takfurū fa inna lillāhi mā fis-samāwāti wal-arḍ(i), wa kānallāhu ‘alīman ḥakīmā(n).
ayat 170. Wahai manusia, sungguh telah datang Rasul (Nabi Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu. Maka, berimanlah (kepadanya). Itu lebih baik bagimu. Jika kamu kufur, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allahlah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

فِيْ دِيْنِكُمْ

لَا تَغْلُوْا

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ

dalam agamamu

 janganlah kamu melampaui batas 

wahai Ahli Kitab

اِلَّا الْحَقَّۗ

عَلَى اللّٰهِ

وَلَا تَقُوْلُوْا

kecuali yang benar

terhadap Allah

 dan janganlah kamu mengatakan 

عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ

اِنَّمَا الْمَسِيْحُ

 Isa putra Maryam itu

sungguhnya Al Masih

اَلْقٰىهَآ

 ۚوَكَلِمَتُهٗ

رَسُوْلُ اللّٰهِ

 yang sampaikan-Nya

 dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya

adalah utusan Allah

 ۖمِّنْهُ

وَرُوْحٌ

اِلٰى مَرْيَمَ

dari-Nya

dan (dengan tiupan) roh 

 kepada Maryam 

وَرُسُلِهٖۗ

بِاللّٰهِ

فَاٰمِنُوْا

dan rasul-rasul-Nya 

kepada Allah 

maka berimanlah 

اِنْتَهُوْا

 ۗثَلٰثَةٌ

وَلَا تَقُوْلُوْا

berhentilah (dari ucapan itu)

(tuhan itu) tiga

dan janganlah kamu mengatakan

اِنَّمَا اللّٰهُ

 ۗلَّكُمْ

خَيْرًا

sesungguhnya Allah

bagimu

 (itu) lebih baik 

سُبْحٰنَهٗٓ

 ۗوَّاحِدٌ

اِلٰهٌ

 Mahasuci Dia

 Yang Maha Esa

Tuhan

لَهٗ

 ۘوَلَدٌ

اَنْ يَّكُوْنَ لَهٗ

milik-Nyalah

anak

 dari (anggapan) mempunyai 

وَكَفٰى

وَمَا فِى الْاَرْضِۗ

مَا فِى السَّمٰوٰتِ

dan cukuplah 

dan apa yang ada di bumi

 apa yang ada di langit 

 ࣖوَكِيْلًا

بِاللّٰهِ

sebagai pelindung

Allah 

Yā ahlal-kitābi lā taglū fī dīnikum wa lā taqūlū ‘alallāhi illal-ḥaqq(a), innamal-masīḥu ‘īsabnu maryama rasūlullāhi wa kalimatuh(ū), alqāhā ilā maryama wa rūḥum minh(u), fa āminū billāhi wa rusulih(ī), wa lā taqūlū ṡalāṡah(tun), inntahū khairal lakum innamallāhu ilāhuw wāḥid(un), subḥānahū ay yakūna lahū walad(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa kafā billāhi wakīlā(n).
ayat 171. Wahai Ahlulkitab, janganlah kamu berlebih-lebihan dalam (menjalankan) agamamu*) dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. Sesungguhnya Almasih, Isa putra Maryam, hanyalah utusan Allah dan (makhluk yang diciptakan dengan) kalimat-Nya**) yang Dia sampaikan kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.***) Maka, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, “(Tuhan itu) tiga.” Berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya hanya Allahlah Tuhan Yang Maha Esa. Maha Suci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Cukuplah Allah sebagai pelindung.

*) Termasuk berlebihan adalah mengatakan bahwa Nabi Isa a.s. itu tuhan sebagaimana dikatakan oleh orang Nasrani.
**) Maksud kalimat adalah kun (‘jadilah!’), sehingga Nabi Isa a.s. diciptakan tanpa bapak.
***) Disebut tiupan dari Allah karena tiupan itu berasal dari perintah Allah Swt.