Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Qur'an Per Kata Surat An-Nisā' Ayat 153-162

اَنْ تُنَزِّلَ

يَسْـَٔلُكَ اَهْلُ الْكِتٰبِ

agar engkau menurunkan 

orang-orang Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhammad) 

مِّنَ السَّمَاۤءِ

كِتٰبًا

عَلَيْهِمْ

dari langit

sebuah kitab

  kepada mereka

اَكْبَرَ

مُوْسٰٓى

فَقَدْ سَاَلُوْا

yang lebih besar

(kepada) Musa 


sesungguhnya mereka telah meminta 

اَرِنَا اللّٰهَ

فَقَالُوْٓا

مِنْ ذٰلِكَ

perlihatkanlah Allah kepada kami 

mereka berkata

 daripada itu

الصَّاعِقَةُ

فَاَخَذَتْهُمُ

جَهْرَةً

petir 

maka mereka disambar  

        secara nyata 

الْعِجْلَ

ثُمَّ اتَّخَذُوا

بِظُلْمِهِمْۚ

anak sapi

kemudian mereka menyembah 

karena kezalimannya

الْبَيِّنٰتُ

مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ

bukti-bukti nyata

setelah mereka melihat

وَاٰتَيْنَا

 ۚعَنْ ذٰلِكَ

فَعَفَوْنَا

dan telah Kami berikan 

dari hal itu

namun demikian, Kami memaafkan mereka 

مُّبِيْنًا

سُلْطٰنًا

مُوْسٰى

yang nyata

kekuasaan 

(kepada) Musa 

Yas'aluka ahlul-kitābi an tunazzila ‘alaihim kitābam minas-samā'i faqad sa'alū mūsā akbara min żālika fa qālū arinallāha jahratan fa akhażathumuṣ-ṣā‘iqatu bi ẓulmihim, ṡummattakhażul-‘ijla mim ba‘di mā jā'athumul-bayyinātu fa ‘afaunā ‘an żālik(a), wa ātainā mūsā sulṭānam mubīnā(n).
ayat 153. Ahlulkitab*) meminta kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sungguh, mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar daripada itu. Mereka berkata, “Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata.” Maka, petir menyambar mereka karena kezalimannya. Kemudian, mereka menjadikan anak sapi**) (sebagai sembahan), (padahal) telah datang kepada mereka bukti-bukti (ketauhidan) yang nyata, lalu Kami memaafkan yang demikian itu. Kami telah menganugerahkan kepada Musa kekuasaan yang nyata.

*) Ahlulkitab yang dimaksud pada ayat ini adalah orang-orang Yahudi. 
**) Patung anak sapi itu mereka buat dari emas untuk disembah.


 

الطُّوْرَ

فَوْقَهُمُ

وَرَفَعْنَا

gunung (Sinai) 

di atas mereka 

dan Kami angkat 

وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا

بِمِيْثَاقِهِمْ

dan Kami perintahkan kepada mereka,masukilah 

untuk (menguatkan) perjanjian mereka

وَّقُلْنَا لَهُمْ

سُجَّدًا

الْبَابَ

dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka

(sambil) bersujud

pintu gerbang (Baitulmaqdis) 

وَاَخَذْنَا

فِى السَّبْتِ

لَا تَعْدُوْا

dan Kami telah mengambil 

mengenai hari Sabat

janganlah kamu melanggar peraturan

غَلِيْظًا

مِّيْثَاقًا

مِنْهُمْ

yang kukuh

 perjanjian 

dari mereka

Wa rafa‘nā fauqahumuṭ ṭūra bimīṡāqihim wa qulnā lahumudkhulul-bāba sujjadaw wa qulnā lahum lā ta‘dū fis-sabti wa akhażnā minhum mīṡāqan galīẓā(n).
ayat 154. Kami pun telah mengangkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka.*) Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud”. Kami perintahkan pula kepada mereka, “Janganlah melanggar (peraturan) pada hari Sabat.” Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.

*) Pengangkatan gunung itu dimaksudkan sebagai ancaman kepada Bani Israil agar selalu menepati janji mereka untuk melaksanakan ajaran Taurat.

 

وَكُفْرِهِمْ

مِّيْثَاقَهُمْ

فَبِمَا نَقْضِهِمْ

dan karena kekafiran mereka 

perjanjian itu


maka (Kami hukum mereka) karena melanggar 

الْاَنْۢبِيَاۤءَ

وَقَتْلِهِمُ

بِاٰيٰتِ اللّٰهِ

para nabi

serta karena mereka membunuh 

terhadap keterangan-keterangan Allah

قُلُوْبُنَا

وَّقَوْلِهِمْ

بِغَيْرِ حَقٍّ

hati kami 

 dan karena mereka mengatakan

 tanpa (alasan) yang benar

عَلَيْهَا

بَلْ طَبَعَ اللّٰهُ

 ۗغُلْفٌ

atas hati mereka

sebenarnya Allah telah mengunci

tertutup

اِلَّا قَلِيْلًاۖ

فَلَا يُؤْمِنُوْنَ

بِكُفْرِهِمْ

kecuali sedikit saja

karena itutidaklah mereka  beriman 

 karena kekafirannya

Fabimā naqḍihim mīṡāqahum wa kufrihim bi'āyātillāhi wa qatlihimul-ambiyā'a bigairi ḥaqqiw wa qaulihim qulūbunā gulf(un), bal ṭaba‘allāhu ‘alaihā bikufrihim falā yu'minūna illā qalīlā(n).
ayat 155. Maka, (Kami hukum mereka)*) karena mereka melanggar perjanjian itu, kafir terhadap keterangan-keterangan Allah, membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan mengatakan, “Hati kami tertutup.” Sebenarnya Allah telah mengunci hati mereka karena kekufurannya. Maka, mereka tidak beriman kecuali hanya sebagian kecil (dari mereka).

*) Mereka disambar petir, dijelmakan menjadi kera, dan sebagainya.

 

وَقَوْلِهِمْ

وَّبِكُفْرِهِمْ

dan ucapan mereka

dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka

عَظِيْمًاۙ

بُهْتَانًا

عَلٰى مَرْيَمَ

 yang sangat keji

(sebagai) tuduhan  

 terhadap Maryam 

Wa bikufrihim wa qaulihim ‘alā maryama buhtānan ‘aẓīmā(n).
ayat 156. (Kami juga menghukum mereka) karena kekufuran mereka dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan tuduhan palsu lagi sangat keji.

 

الْمَسِيْحَ

اِنَّا قَتَلْنَا

وَّقَوْلِهِمْ

Al-Masih

sesungguhnya kami membunuh 

dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka

وَمَا قَتَلُوْهُ

رَسُوْلَ اللّٰهِۚ

عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ

(padahal) mereka tidak membunuhnya

rasul Allah

Isa putra Maryam

 ۗوَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ

وَمَا صَلَبُوْهُ

tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan (Isa).

 dan tidak (pula) menyalibnya

فِيْهِ

الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا

وَاِنَّ

 tentang Isa 

mereka yang berselisih pendapat 

sesungguhnya 

مَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ

 ۗلَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ

 mereka benar-benar tidak tahu (siapa yang dibunuh itu)

 selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu

 ۙيَقِيْنًاۢ

وَمَا قَتَلُوْهُ

اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ

dengan yakin

jadi mereka tidak membunuhnya

melainkan mengikuti persangkaan (belaka)

Wa qaulihim innā qatalnal-masīḥa ‘īsabna maryama rasūlallāh(i), wa mā qatalūhu wa mā ṣalabūhu wa lākin syubbiha lahum, wa innal-lażīnakhtalafū fīhi lafī syakkim minh(u), mā lahum bihī min ‘ilmin illattibā‘aẓ-ẓanni wa mā qatalūhu yaqīnā(n).
ayat 157. (Kami menghukum pula mereka) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,”*) padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang menurut mereka menyerupai (Isa). Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentangnya (pembunuhan Isa), selalu dalam keragu-raguan terhadapnya. Mereka benar-benar tidak mengetahui (siapa sebenarnya yang dibunuh itu), kecuali mengikuti persangkaan belaka. (Jadi,) mereka tidak yakin telah membunuhnya.

*) Ayat ini merupakan bantahan terhadap anggapan Ahlulkitab bahwa Nabi Isa a.s. meninggal di tiang salib.

 

 ۗاِلَيْهِ

بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ

ke hadirat-Nya

 tetapi Allah telah mengangkat Isa  

حَكِيْمًا

عَزِيْزًا

وَكَانَ اللّٰهُ

Maha Bijaksana

 Maha Perkasa

dan Allah

Bar rafa‘ahullāhu ilaih(i), wa kānallāhu ‘azīzan ḥakīmā(n).
ayat 158. Akan tetapi, Allah telah mengangkatnya (Isa) ke hadirat-Nya.*) Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

*) Ayat ini sebagai bantahan terhadap anggapan orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa a.s.

 

 ۚقَبْلَ مَوْتِهٖ

اِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهٖ

وَاِنْ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ

menjelang kematiannya

melainkan dia beriman kepadanya (Isa) 

tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab

شَهِيْدًاۚ

يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ

وَيَوْمَ الْقِيٰمَةِ

(akan menjadi) saksi

dia (Isa) bagi mereka

dan (pada) hari Kiamat 

Wa im min ahlil-kitābi illā layu'minanna bihī qabla mautih(ī), wa yaumal-qiyāmati yakūnu ‘alaihim syahīdā(n).
ayat 159. Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya.*) Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.

*) Menurut ayat ini, setiap orang Yahudi dan Nasrani, pada saat sakratulmaut, akan beriman bahwa Nabi Isa a.s. adalah utusan Allah Swt. dan bukan anak Allah, tetapi keimanannya itu sudah tidak berguna lagi.

 

مِّنَ الَّذِيْنَ هَادُوْا

فَبِظُلْمٍ

dari orang-orang Yahudi

karena kezalimannya 

طَيِّبٰتٍ

عَلَيْهِمْ

حَرَّمْنَا

makanan-makanan yang baik 

 bagi mereka 

maka Kami haramkan

وَبِصَدِّهِمْ

لَهُمْ

اُحِلَّتْ

dan karena mereka menghalangi (manusia) 

bagi mereka

yang (dahulu) pernah dihalalkan 

كَثِيْرًاۙ

عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ

dengan sering

dari jalan Allah

Fa biẓulmim minal-lażīna hādū ḥarramnā ‘alaihim ṭayyibātin uḥillat lahum wa biṣaddihim ‘an sabīlillāhi kaṡīrā(n).
ayat 160. Karena kezaliman orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan atas mereka (makanan-makanan) yang baik yang (dahulu) pernah dihalalkan bagi mereka; juga karena mereka sering menghalangi (orang lain) dari jalan Allah,

 

وَقَدْ نُهُوْا

الرِّبٰوا

وَّاَخْذِهِمُ

(padahal) sungguh mereka telah dilarang

 riba

 dan karena mereka menjalankan 

اَمْوَالَ النَّاسِ

وَاَكْلِهِمْ

عَنْهُ

harta orang

dan karena mereka memakan 

 darinya

لِلْكٰفِرِيْنَ

وَاَعْتَدْنَا

 ۗبِالْبَاطِلِ

untuk orang-orang kafir

dan Kami sediakan 

 dengan cara tidak sah (batil)

اَلِيْمًا

عَذَابًا

مِنْهُمْ

yang pedih

azab 

 di antara mereka 

Wa akhżihimur-ribā wa qad nuhū ‘anhu wa aklihim amwālan-nāsi bil-bāṭil(i), wa a‘tadnā lil-kāfirīna minhum ‘ażāban alīmā(n).
ayat  161. melakukan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya; dan memakan harta orang dengan cara tidak sah (batil). Kami sediakan untuk orang-orang kafir di antara mereka azab yang sangat pedih.

 

مِنْهُمْ

لٰكِنِ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ

 di antara mereka 

tetapi orang-orang yang ilmunya mendalam

بِمَآ اُنْزِلَ

يُؤْمِنُوْنَ

وَالْمُؤْمِنُوْنَ

kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan 

mereka beriman

dan orang-orang beriman

مِنْ قَبْلِكَ

وَمَآ اُنْزِلَ

اِلَيْكَ

sebelummu

dan (kitab-kitab) yang diturunkan 

kepadamu (Muhammad) 

وَالْمُؤْمِنُوْنَ

وَالْمُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ

وَالْمُقِيْمِيْنَ الصَّلٰوةَ

dan beriman

yang menunaikan zakat

begitu pula mereka yang melaksanakan salat

اُولٰۤىِٕكَ

وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ

بِاللّٰهِ

mereka itu 

dan hari kemudian 

kepada Allah

 ࣖعَظِيْمًا

اَجْرًا

سَنُؤْتِيْهِمْ

yang besar

 pahala 

akan Kami berikan kepada mereka 

Lākinir-rāsikhūna fil-‘ilmi minhum wal-mu'minūna yu'minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika wal-muqīmīnaṣ-ṣalāta wal-mu'tūnaz-zakāta wal-mu'minūna billāhi wal-yaumil-ākhir(i), ulā'ika sanu'tīhim ajran ‘aẓīmā(n).
ayat 162. Akan tetapi, orang-orang yang ilmunya mendalam di antara mereka dan orang-orang mukmin beriman pada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dan pada (kitab-kitab) yang diturunkan sebelummu. (Begitu pula) mereka yang melaksanakan salat, yang menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah serta hari Akhir. Kepada mereka akan Kami berikan pahala yang besar.

Sebelumnya <<<

>>> Selanjutnya

Ayat 142-152

Ayat 163-