Kasus Klitih di Bantul, 5 Pelaku Diamankan Polisi

Perkembangan Kasus Klitih di Selopamioro Bantul
Bantul- Kejadian mengerikan sebelumnya terbaca dari berbagai harian cetak maupun online serta media sosial terkait kasus klitih yang terjadi di Jalan Imogiri Panggang tepatnya di Dusun Lanteng Selopamioro Bantul. Beruntung pihak kepolisian sangat cepat mengungkap kasus tersebut dan berhasil mengamankan beberapa pelaku.

Berikut berita yang dimuat dari halaman www.tribratanewsbantul.com:

Rombongan siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta diserang oleh sekelompok orang bercadar secara membabi buta di Jalan Imogiri-Panggang  dusun Lanteng Selopamioro  Imogiri Bantul saat dalam perjalanan pulang dari berwisata di Pantai Ngandong Gunungkidul, Senin, 12 Desember 2016 pukul 16.30 Wib.

Karena kejadian itu menyebabkan 6 siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengalami luka bacok senjata tajam. Bahkan dua diantara para korban harus mendapat perawatan intensif karena luka parah akibat sabetan senjata tajam..  


Kanit Idik III Sat Reskrim Polres Bantul Ipda Sutrisno, SH, MH menjelaskan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 16.30 Wib, saat itu rombongan siswa dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta yang berjumlah 10 sepeda motor berboncengan hendak pulang dari berwisata di Pantai Ngandong, Gunungkidul.

Namun saat sampai di Padukuhan Nawungan 3 berpapasan dengan rombongan remaja berboncengan 8 sepeda motor. Saat berpapasan tak terjadi apa-apa. Namun demikian setelah rombongan SMA Muhammadiyah 1 turun tiba-tiba mereka berbalik arah menyerang puluhan siswa SMA Muhammadiyah 1. Para pelaku menabrak sambil membacok secara membabi buta mengunakan parang dan clurit.

Serangan mendadak itu membuat rombongan SMA Muhammadiyah 1 kocar kacir menyelamatkan diri. Namun, para pelaku masih tetap mengejar dan kemudian kembali menyerang rombongan siswa tersebut di Blawong, Trimulyo, Jetis. Kemudian pelaku langsung kabur ke arah utara,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Imogiri, Kompol Riyono mengatakan, kejadian itu melukai 6 orang. Di Padukuhan Nawungan Sabeten parang mengenai Azhar Galih Nugraha warga Kedung Kalih, Sumber Jati, Moyudan, Sleman luka pada bagian leher,  Muhammad Luqman Afada warga Ambarketawang, Gamping, Sleman, Ibnu Hammam Makruf warga Gejayan, Yogyakarta dan Dihan Ervatama warga Wirobrajan, Yogyakarta.

Tak jauh dari Nawungan yakni di Padukuhan Lanteng, para pelaku kembali menyerang dan melukai Adnan Wirawan Ardianto, warga Kalasan, Sleman yang ditusuk di bagian  pinggang hingga mengalami luka yang serius kini di rawat ke RS JIH. Pembacokan oleh kelompok yang sama terjadi lagi di Blawong, Trimulyo, Kecamatan Jetis  dan mengakibatkan Arif Saiful Rahman luka pergelangan tangan urat putus akibat disabet pedang dan kini dirawat RS Bethesda. Kemudian kejadian itu dilaporkan ke Polsek Imogiri untuk pengusutan lebih lanjut, jelas Kapolsek Imogiri.

Pasca kejadian personel Polsek Imogiri dibantu Sat Reskrim Polres Bantul langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Bermodalkan dari pengakuan korban yang mengenal salah satu pelaku, akhirnya tadi malam jam 02.00 Wib petugas berhasil menangkap 5 pelaku pembacokan dan mengamankan barang bukti sebuah Clurit dan 3 unit sepeda motor. Para pelaku ditangkap dirumahnya masing masing dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bantul.

Adapun kelima pelaku pembacokan semuanya adalah pelajar, mereka berinisial DW (17 tahun) warga Purwomartani, Kalasan Sleman, RBS (16 tahun) warga Gedongtengen Yogyakarta, CV (17 tahun) warga Condongcatur Depok Sleman, MTS (16 tahun) warga Purwomartani, Kalasan, Sleman dan ALX (16 tahun) warga Bausasran, Yogyakarta.

Petugas akan mengembangkan keterangan dari pelaku untuk menangkap pelaku lainya. Para pelaku akan dijerat UU perlindungan anak dan Pasal 169 Jo 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun.
(Sumber: www.tribratanewsbantul.com)


Terkait kasus itu, mari kita sama-sama membantu pihak kepolisian agar kejadian tersebut tidak terulang kembali khususnya di sekitar kita. Tak dapat dipungkiri bahwa peran orang tua dan lingkungan sangat berpengaruh besar dalam mendidik anak-anak generasi penerus bangsa. Jika kita tidak peduli dengan mereka (anak-anak remaja kita) lalu siapa lagi.

Tanggung jawab kasus klitih bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, namun semua unsur dan pihak terkait harus ikut bertanggung jawab. Mari lebih peka terhadap anak-anak remaja di sekitar kita, jangan pernah bosan untuk memantau mereka, membimbing mereka, mengarahkan mereka dan menjaga mereka agar tidak menjadi pelaku klitih ataupun korbannya.

---jazakallah---

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel