Tulisan Arab Surat Yusuf Ayat 69-79 (Bacaan) & Terjemah

Bacaan dan terjemah ayat 69-79
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

وَلَمَّا دَخَلُوْا عَلٰى يُوْسُفَ اٰوٰى إِلَيْهِ أَخَاهُ قَالَ إِنِّيْ أَنَا أَخُوْكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ٦٩
Ayat 69. Dan ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia menempatkan saudaranya (Bunyamin) di tempatnya, dia (Yusuf) berkata, "Sesungguhnya aku adalah saudaramu, jangan engkau bersedih hati terhadap apa yang telah mereka kerjakan."

فَلَمَّا جَهَّزَهُمْ بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ السِّقَايَةَ فِيْ رَحْلِ أَخِيْهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا الْعِيْرُ إِنَّكُمْ لَسَارِقُوْنَ ٧٠
Ayat 70. Maka ketika telah disiapkan bahan makanan untuk mereka, dia (Yusuf) memasukkan piala-*1 ke dalam karung saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, "Wahai kafilah! Sesungguhnya kamu pasti pencuri."

قَالُوْا وَأَقْبَلُوْا عَلَيْهِمْ مَاذَا تَفْقِدُوْنَ ٧١
Ayat 71. Mereka bertanya, sambil menghadap kepada mereka (yang menuduh), "Kamu kehilangan apa?"

قَالُوْا نَفْقِدُ صُوَاعَ الْمَلِكِ وَلِمَنْ جَاءَ بِهٖ حِمْلُ بَعِيْرٍ وَّأَنَا بِهٖ زَعِيْمٌ ٧٢
Ayat 72. Mereka menjawab, "Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan seberat) beban unta, dan aku jamin itu."

قَالُوْا تَاللّٰهِ لَقَدْ عَلِمْتُمْ مَّا جِئْنَا لِنُفْسِدَ فِى الْأَرْضِ وَمَا كُنَّا سَارِقِيْنَ ٧٣
Ayat 73. Mereka (saudara-saudara Yusuf) menjawab, "Demi Allah, sungguh, kamu mengetahui bahwa kami datang bukan untuk berbuat kerusakan di negeri ini dan kami bukanlah para pencuri."

قَالُوْا فَمَا جَزَاؤُهٗ إِنْ كُنْتُمْ كٰذِبِيْنَ ٧٤
Ayat 74. Mereka berkata, "Tetapi apa hukumannya jika kamu berdusta?"

قَالُوْا جَزَاؤُهٗ مَنْ وُّجِدَ فِيْ رَحْلِهٖ فَهُوَ جَزَاؤُهٗۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ ٧٥
Ayat 75. Mereka menjawab, "Hukumannya ialah pada siapa ditemukan dalam karungnya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah menerima hukumannya."-*2 Demikianlah Kami memberi hukuman kepada orang-orang zalim.

فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَاءِ أَخِيْهِ ثُمَّ اسْتَخْرَجَهَا مِنْ وِّعَاءِ أَخِيْهِۗ كَذٰلِكَ كِدْنَا لِيُوْسُفَۗ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِيْ دِيْنِ الْمَلِكِ إِلَّا أَنْ يَّشَاءَ اللّٰهُۗ نَرْفَعُ دَرَجَاتٍ مَّنْ نَّشَاءُۗ وَفَوْقَ كُلِّ ذِيْ عِلْمٍ عَلِيْمٌ ٧٦
Ayat 76. Maka mulailah dia (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan (piala raja) itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami mengatur (rencana) untuk Yusuf. Dia tidak dapat menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami angkat derajat orang yang Kami kehendaki; dan di atas setiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui.

قَالُوْا إِنْ يَّسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَّهٗ مِنْ قَبْلُۚ فَأَسَرَّهَا يُوْسُفُ فِيْ نَفْسِهٖ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْۚ قَالَ أَنْتُمْ شَرٌّ مَّكَانًاۚ وَاللّٰهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُوْنَ ٧٧
Ayat 77. Mereka berkata, "Jika dia mencuri, maka sungguh sebelum itu saudaranya pun pernah pula mencuri." Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) dalam hatinya dan tidak ditampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya),"Kedudukanmu justru lebih buruk. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan."

قَالُوْا يٰأَيُّهَا الْعَزِيْزُ إِنَّ لَهٗ أَبًا شَيْخًا كَبِيْرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهٗۚ إِنَّا نَرٰىكَ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ ٧٨
Ayat 78. Mereka berkata, "Wahai Al-Aziz! Dia mempunyai ayah yang sudah lanjut usia, karena itu ambillah salah seorang di antara kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik."

قَالَ مَعَاذَ اللّٰهِ أَنْ نَّأْخُذَ إِلَّا مَنْ وَّجَدْنَا مَتَاعَنَا عِنْدَهٗۙ إِنَّا إِذًا لَّظٰلِمُوْنَ ؑ٧٩
Ayat 79. Dia (Yusuf) berkata, "Aku memohon perlindungan kepada Allah dari menahan (seseorang), kecuali orang yang kami temukan harta kami padanya, jika kami (berbuat) demikian, berarti kami orang yang zalim."


*Keterangan:
-1. Suatu wadah yang terbuat dari emas yang digunakan untuk minum dan juga dapat digunakan untuk menakar.
-2. Menurut syariat Nabi Yakub a.s. barang siapa mencuri maka hukumannya dijadikan budak selama satu tahun.


---jazakallah---

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel