Tulisan Arab Surat Al-A'raf Ayat 189-206 (Bacaan) dan Terjemah

Bacaan dan terjemah Surat Al-A'raf ayat 189-206

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَاۚ فَلَمَّا تَغَشّٰهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيْفًا فَمَرَّتْ بِهٖۚ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللّٰهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ اٰتَيْتَنَا صَالِحًا لَّنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ ١٨٩
Ayat 189. Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampuri, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu).Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami-istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), "Jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami akan selalu bersyukur."

فَلَمَّا اٰتٰهُمَا صَالِحًا جَعَلَا لَهٗ شُرَكَاءَ فِيْمَا اٰتٰهُمَاۚ فَتَعٰلَى اللّٰهُ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ ١٩٠
Ayat 190. Maka setelah Dia memberi keduanya seorang anak yang saleh, mereka-*1* mendjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yamh telah dianugerahkan-Nya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

أَيُشْرِكُوْنَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْئًا وَّهُمْ يُخْلَقُوْنَ ۖ١٩١
Ayat 191. Mengapa mereka mempersekutukan (Allah dengan) sesuatu (berhala) yang tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun? Padahal (berhala) itu sendiri diciptakan.

وَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ لَهُمْ نَصْرًا وَّلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ ١٩٢
Ayat 192. Dan (berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada penyembahnya, dan kepada dirinya sendiri pun mereka tidak dapat memberi pertolongan.

وَإِنْ تَدْعُوْهُمْ إِلَى الْهُدٰى لَا يَتَّبِعُوْكُمْۗ سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوْهُمْ أَمْ أَنْتُمْ صَامِتُوْنَ ١٩٣
Ayat 193. Dan jika kamu (wahai orang-orang musyrik) menyerunya (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk kepadamu, tidaklah berhala-berhala itu dapat memperkenankan seruanmu; sama saja (hasilnya) buat kamu menyeru mereka atau berdiam diri.

إِنَّ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ فَادْعُوْهُمْ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ١٩٤
Ayat 194. Sesungguhnya mereka (berhala-berhala) yang kamu seru salain Allah adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. Maka serulah mereka lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaanmu, jika kamu orang yang benar.

أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَّمْشُوْنَ بِهَاۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَّبْطِشُوْنَ بِهَاۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُّبْصِرُوْنَ بِهَاۖ أَمْ لَهُمْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۗ قُلِ ادْعُوْا شُرَكَاءَكُمْ ثُمَّ كِيْدُوْنِ فَلَا تُنْظِرُوْنِ ١٩٥
Ayat 195. Apakah mereka (berhala-berhala) mempunyai kaki untuk berjalan, atau mempunyai tangan untuk memegang dengan keras-*2* atau mempunyai mata untuk melihat, atau mempunyai telinga untuk mendengar? Katakanlah (Muhammad), "Panggillah (berhala-berhala) yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi.

إِنَّ وَلِيِّيَ اللّٰهُ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتٰبَۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصّٰلِحِيْنَ ١٩٦
Ayat 196. Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Quran). Dia melindungi orang-orang saleh.

وَالَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَصْرَكُمْ وَلَا أَنْفُسَهُمْ يَنْصُرُوْنَ ١٩٧
Ayat 197. Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri."

وَإِنْ تَدْعُوْهُمْ إِلَى الْهُدٰى لَا يَسْمَعُوْاۗ وَتَرَاهُمْ يَنْظُرُوْنَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ  ١٩٨
Ayat 198. Dan jika kamu menyeru mereka (berhala-berhala) untuk memberi petunjuk, mereka tidak dapat mendengarkannya. Dan kamu lihat mereka memandangmu padahal mereka tidak melihat.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِيْنَ ١٩٩
Ayat 199. Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِۗ إِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ٢٠٠
Ayat 200. Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah.-*3*Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

إِنَّ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طٰئِفٌ مِّنَ الشَّيْطٰنِ تَذَكَّرُوْا فَإِذَا هُمْ مُّبْصِرُوْنَ ۚ٢٠١
Ayat 201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (untuk berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).

وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّوْنَهُمْ فِى الْغَيِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُوْنَ ٢٠٢
Ayat 202. Dan teman-teman mereka (orang kafir dan orang fasik) membantu setan-setan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).

وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِمْ بِاٰيَةٍ قَالُوْا لَوْلَا اجْتَبَيْتَهَاۗ قُلْ إِنَّمَا أَتَّبِعُ مَا يُوْحٰى إِلَيَّ مِنْ رَّبِّيْۗ هٰذَا بَصَائِرُ مِنْ رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ٢٠٣
Ayat 203. Dan apabila engkau (Muhammad) tidak membacakan suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, "Mengapa tidak engkau buat sendiri ayat itu?" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku, (Al-Quran) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ٢٠٤
Ayat 204. Dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.-*4*

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ ٢٠٥
Ayat 205. Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.

إِنَّ الَّذِيْنَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَيُسَبِّحُوْنَهٗ وَلَهٗ يَسْجُدُوْنَ ؑ٢٠٦
Ayat 206. Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk menyembah Allah dan mereka menyucikan-Nya dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.-*5*

*Keterangan:
1- Orang-orang musyrik menjadikan sekutu bagi Tuhan dalam menciptakan anak itu dengan arti bahwa anak mereka dipandang sebagai hamba pula bagi berhala yang mereka sembah. Karena itulah mereka menamakan anak-anak mereka dengan Abdul Uzza, Abdu Manat, Abdus Syam dan lain sebagainya.
2- Kata Yabtisyun di sini diartikan dengan keras, mengandung maksud menampar, merusak, memukul dengan kasar dan lain sebagainya.
3- Membaca A'uzu billahi minasy-syaitanir-rajim.
4- Jika dibacakan Al-Quran kita diwajibkan untuk diam dan mendengarkan serta memperhatikan. Baik di dalam shalat mapupun di luar shalat. Kecuali dalam shalat berjamaah, makmum boleh membaca Al Fatihah sendiri atau cukup mendengarkan bacaan imam.
5- Ini salah satu ayat sajdah yang disunahkan kita bersujud setelah pembacaannya selesai atau mendengarnya baik dalam shalat maupun di luar shalat. Sujud ini dinamakan sujud tilawah.

 Ayat selanjutnya>>>

Surat Al-Anfal Ayat 1-10

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel