Tulisan Arab Surat Al-An'am Ayat 71-82 (Bacaan) dan Terjemah

Bacaan dan terjemah Surat Al-An'am ayat 71-82

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

قُلْ أَنَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلٰى أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدٰىنَا اللّٰهُ كَالَّذِى اسْتَهْوَتْهُ الشَّيٰطِيْنُ فِى الْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهٗ أَصْحٰبٌ يَّدْعُوْنَهٗ إِلَى الْهُدَى ائْتِنَاۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰىۗ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ٧١
Ayat 71. Katakanlah (Muhammad), "Apakah kita akan memohon kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang,-*1* setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan." Kawan-kawannya mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), "Ikutilah kami." Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam,

وَأَنْ أَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّقُوْهُۗ وَهُوَ الَّذِيْ إِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ ٧٢
Ayat 72. dan agar melaksanakan shalat serta bertakwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun.

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّۗ وَيَوْمَ يَقُوْلُ كُنْ فَيَكُوْنُۚ قَوْلُهُ الْحَقُّۗ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِۗ عٰلِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ ٧٣
Ayat 73. Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Firman-Nya adalah benar, dan milik-Nyalah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang gaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Bijkasana, Mahateliti.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيْمُ لِأَبِيْهِ اٰزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا اٰلِهَةًۚ إِنِّيْ أَرٰىكَ وَقَوْمَكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ٧٤
Ayat 74. Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar,-*2*"Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."

وَكَذٰلِكَ نُرِيْ إِبْرَاهِيْمَ مَلَكُوْتَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُوْنَ مِنَ الْمُوْقِنِيْنَ ٧٥
Ayat 75. Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ الَّيْلُ رَأٰكَوْكَبًاۗ قَالَ هٰذَا رَبِّيْۚ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْاٰفِلِيْنَ ٧٦
Ayat 76. Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah Tuhanku." Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadamu, pastilah aku termasuk orang yang sesat."

فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هٰذَا رَبِّيۚ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَّمْ يَهْدِنِيْ رَبِّى لْأَكُوْنَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّيْنَ ٧٧
Ayat 77. Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, "Inilah Tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat."

فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هٰذَا رَبِّيْ هٰذَا أَكْبَرُۚ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يٰقَوْمِ إِنِّيْ بَرِيْءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ ٧٨
Ayat 78. Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah Tuhanku, ini lebih besar." Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."

إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا وَّمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ۚ٧٩
Ayat 79. Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.

وَحَاجَّهٗ قَوْمُهٗۗ قَالَ أَتُحَاجُّوْنِّيْ فِى اللّٰهِ وَقَدْ هَدَاىنِۗ وَلَا أَخَافُ مَا تُشْرِكُوْنَ بِهٖ إِلَّا أَنْ يَّشَاءَ رَبِّيْ شَيْئًاۗ وَسِعَ رَبِّيْ كُلَّ شَيْءٍ عِلْمًاۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَ ٨٠
Ayat 80. Dan kaumnya membantahnya. Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah kamu hendak membantahku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran?

وَكَيْفَ أَخَافُ مَا أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُوْنَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُمْ بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ عَلَيْكُمْ سُلْطٰنًاۗ فَأَيُّ الْفَرِيْقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِۚ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ۘ٨١
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ ؑ٨٢
Ayat 82. Bagaimana aku takut kepada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?"-*3*

*Keterangan:
1. Maksudnya adalah syirik.
2. Sebagian besar mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abihi (ayahnya) adalah pamannya.
3. Setelah diperlihatkan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim a.s. tanda-tanda keagungan-Nya dan dengan itu teguhlah imannya kepada Allah (ayat 75), maka Nabi Ibrahim a.s. memimpin kaumnya kepada tauhid dengan mengikuti alam pikiran mereka.
 Ayat selanjutnya>>>
Ayat 83-90

>

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel