Kisah Musa Tentang Keadilan "Pemuda Berkuda, Anak Kecil dan Kakek Buta"

Sakaran- Meskipun ada pepatah, "Siapa yang menanam, pasti akan menuai hasilnya." Namun hal itu belum tentu berlaku untuk semua hal. Terkadang amal dan perbuatan yang dilakukan seseorang belum tentu akan hanya akan berakibat kepada orang tersebut. Bisa jadi amal dan perbuatan yang dilakukannya akan berakibat atau berdampak kepada keluarga atau anak keturunannya. Hal itu disampaikan oleh Khatib Ust. Ali Munif, S.Ag.

Kisah Nabi Musa a.s. yang mencari makna atau arti keadilan kepada Allah yang disampaikan oleh Khatib saat pelaksanaan shalat Jumat pada 22/4/16 di Masjid Baiturrahim Polresta Yogyakarta yang menggambarkan keadilan. Dimana tanpa dijelaskan oleh malaikat Jibril, manusia (Musa a.s.) tidak bisa mengetahui makna dari keadilan yang diterangkan melalui kisah Pemuda, anak kecil dan Kakek Buta berikut ini:

Tatkala pada suatu kisah, Ketika itu nabi Musa bermunajat kepada Allah untuk diajarkan mengenai apa itu keadilan. Setelah kian lama bermunajat, akhirnya turunlah Malaikat Jibril dengan membawa sebuah pesan dari Allah. Malaikat Jibril berpesan kepada Musa, Wahai Musa apabila engkau Ingin belajar Mengenai apa itu Adil, "maka Pergilah ke sebuah telaga, dan bersembunyilah di belakang batu besar di dekat telaga tersebut dan janganlah kamu muncul sehingga aku datang kepadamu lagi." Ucap Jibril.

Keesokan harinya Nabi Musa pun berangkat dan menemukan sebuah telaga yang penuh dengan air, dan iapun kemudian bersembunyi dibalik batu besar di dekat telaga tersebut. Tak Lama kemudian terdengar suara derap langkah Kuda, Kuda yang gagah dan ditunggangi oleh seorang pemuda yang gagah pula. Musa kemudian melihat pemuda itu berhenti dan mengambil air untuk berwudhu, pemuda itu kemudian Shalat. Setelah shalat pemuda itu Kemudian meninggalkan telaga tersebut. Musa kemudian bertanya-tanya, "apa maksud Adil dari Pemuda dan kudanya yang gagah itu??" apakah ada hikmah adil dari peristiwa tersebut?

Setelah pemuda itu pergi, lalu datang seorang anak kecil yang bermain-main di dekat telaga. Anak kecil tersebut bermain di air, kemudian anak kecil itu menemukan kantong didekat lokasi pemuda tadi shalat. Ia pun membuka kantong tersebut dan ternyata isinya adalah emas. Ternyata Kantong itu milik pemuda yang gagah tadi yang terttinggal, anak kecil tadi senang dan ia berlari menuju rumahnya. Musa yang melihat kejadian itu tak tahan ingin sekali untuk memberi tahukan kepada anak kecil, alangkah tidak baiknya perbuatan anak kecil itu. Ia telah mengambil barang yang bukan haknya, namun ia teringat pesan Jibril bahwa ia tak boleh beranjak dari balik batu sebelum datangnya Jibril. Musa pun kembali bertanya-tanya, apa hikmah adil dari kejadian anak kecil yang mengambil kantong emas yang bukan miliknya, adakah Hikmah adil dari Allah atas kejadian itu??

selang kemudian, ada seorang kakek kakek buta datang ke telaga itu, Kakek tersebut mengambil air di telaga kemudian shalat di tempat pemuda yang gagah tadi shalat. Selesai Shalat, terdengar pula Derap Langkah Kuda dari arah berlawanan, Kuda yang berlalri kencang ditunggangi pemuda yang gagah tadi. Pemuda itu pun bertanya kepada Kakek buta itu, Apakah Kau melihat kantong berisi emas di tempat ini?". Kakek itu pun menjawab, Bagaimana aku melihat kantong itu sedangkan melihat benda saja aku tak bisa. Aku tak melihat kantong itu.

Namun Pemuda itu tak percaya, Ia terus menanyakan kantong itu kepada kakek buta tersebut. Si Kakek tetap bersikukuh ia tak melakukannya. Saking Kesalnya si pemuda kemudian menghunus pedangnya ke tubuh kakek yang buta. Kakek itu pun terbunuh oleh pemuda gagah tersebut. Musa pun semakin khawatir, Ia tak bisa tinggal diam begitu saja, melihat kakek buta yang tak bersalah dibunuh oleh pemuda dan anak kecil tadi bebas mengambil kantong emas si pemuda itu. Namun, ia kembali teringat pesan Jibril untuk tidak keluar dari Batu besar tersebut sampai Jibril datang.

Tak lama setelah itu, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Musa. Nabi Musa kemudian bertanya apa maksud adil dari kejadian ini. Malaikat Jibril kemudian bercerita tentang siapa si pemuda gagah itu.

Pemuda gagah itu merupakan seorang pengusaha, kaya raya. Tatkala itu, saat perusahaan sedang maju-majunya ada seorang pegawai kantornya mengajukan cuti karena Istrinya sakit. Namun, Pemuda itu sebagai atasan tak memberikan Izin, akhirnya karena kepentingan keluarga si karyawan tadi memilih untuk mengundurkan diri. Karyawan yang mengundurkan diri tadi ternyata tidak diberi pesangon sepeser pun oleh perusahaan, padahal ia sangat membutuhkan untuk pengobatan istrinya. Ketika di perjalanan, Karyawan tadi dirampok oleh segerombolan orang ia kemudian mati terbunuh karena ia sama sekali tak membawa uang.

Jibril mengatakan kepada musa, Engkau tahu siapa anak kecil tadi? Ia adalah anak dari karyawan si pemuda yang kaya itu. dan si Kakek tadi apakah engkau mengetahuinya? Ia adalah perampok yang dulu membunuh bapak dari anak kecil itu.
Kisah Musa Tentang Keadilan "Pemuda Berkuda, Anak Kecil dan Kakek Buta"
Pesan Khatib bahwa adil adalah sarana yang paling dekat dengan takwa. Janganlah berbuat zalim, karena perbuatan zalim tersebut bisa berdampak kepada anak cucu. Dan Allah akan selalu membalas segala ikhtiar dan laku lampah kita kepada orang lain setimpal dengan apa yang telah kita perbuat.


Subscribe to receive free email updates: