Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia Disebar Untuk Melawan Demam Berdarah

Untuk melawan penyebaran penyakit demam berdarah (DBD) di wilayah Yogyakarta khususnya, Yayasan Tahija melalui Elimanate Dengue Project (EDP) Yogyakarta telah membuat sebuah proyek atau pengembangan inovasi baru. Jika sebelumnya nyamuk Aedes aegypti adalah penyebab penyebaran virus Dengeu yang menyebabkan demam berdarah. Maka bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), EDP telah mengembangkan nyamuk tersebut ber-wolchabia.
Wakil Gubernur DIY menyerahkan ember berisi telur nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia kepada Lurah Tegalrejo
Wolbachia merupakan salah satu bakteri alami yang hidup atau terdapat pada hampir 60 persen jenis serangga yang ada di sekitar kita, seperti kupu-kupu, lalat buah, capung, kumbang dan sebagian nyamuk yang menggigit manusia. Wolbachia ini merupakan bakteri yang aman bagi manusia dan lingkungan.

Melalui bakteri wolbachia yang diambil dari serangga dan dimasukkan ke dalam nyamuk Aedes Aegypti nantinya akan menghambat virus Dengeu penyebab DBD. Penelitian sebelumnya telah dilakukan di wilayah Sleman dan Bantul dan menunjukkan hasi bahwa nyamuk ber-wolbachia ini mampu berkembang biak di lingkungan sekitar. Melalui penelitian itu maka kali ini EDP Yogyakarta menyebar nyamuk ini di wilayah Kota Yogyakarta.


Melalui digelarnya Peletakkan perdana ember berisi Nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia pada Rabu (31/8/16) siang di Museum Monumen Diponegoro Yogyakarta, proyek ini menjadi harapan seluruh masyarakat untuk Indonesia bahkan dunia bebas dari DBD.

Telur-telur nyamuk ini nantinya akan diletakkan di perkampungan dan dibiarkan dewasa. Nyamuk ini tidak akan berbahaya bagi manusia dan mampu berkembang biak dengan nyamuk yang ada sebelumnya. Diharapkan dalam beberapa waktu ke depan, dengan penyebaran nyamuk ini tidak ada lagi kasus DBD di wilayah Kota Yogyakarta.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel