Taksi Jogja Menolak Transportasi Online Ilegal

Sakaran- Setelah beberapa saat lalu di Jakarta terjadi penolakan transportasi ilegal, kini penolakan juga sudah mulai terjadi di beberapa kota lain. Penolakan transportasi online ilegal ini juga terjadi di wilayah Yogyakarta.

Puluhan sopir taksi perwakilan yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Taksi Argometer Daerah Istimewa Yogyakarta mendatangi Kantor DPRD DIY di Jl. Malioboro Yogyakarta pada Senin 28 Maret 2016 siang. Kedatangan mereka ke kantor ini adalah untuk menyatakan sikap "Menolak Transportasi Ilegal" kepada Pemerintah. Dalam menyampaikan sikap penolakan transportasi ilegal itu, mereka melakukan audensi dengan perwakilan anggota DPRD DIY.

Sutiman (Pamungkas Taksi) selaku Koordinator 1 Audensi menyampaikan beberapa sikap terkait penolakan transportasi ilegal. Beberapa sikap itu di antaranya adalah:
1. Menolak adanya angkutan ilegal.
2. Menerima kemajuan teknologi, akan tetapi menolak teknologi yang disalahgunakan.
3. Menolak masuknya transportasi online ilegal yang membawa penumpang.
4. Mengharapkan kepada Pemerintah untul selektif dalam memberikan ijin atau menerima aplikasi online terkait transportasi.

Untuk mengamankan jalannya aksi dan audensi ini, puluhan petugas polisi dari Polresta Yogyakarta dan Polsek Danurejan disiagakan di lokasi. Pengamanan dan pelayanan aksi dipimpin langsung oleh Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol. Pri Hartono EL, S.Ik. Aksi penolakan dengan audensi ini berjalan aman dan lancar dalam pengawalan polisi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel